Bekasi

Kota Bekasi Banjir, Wali Kota Sebut Kiriman dari Jakarta Timur

Oleh: Admin Kamis 05 Nov 2020, 18:15 WIB
ilustrasi banjir/ Suara.com

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Banjir yang terjadi di wilayah Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (5/11/2020) pagi WIB, disebut merupakan kiriman dari Jakarta Timur. Menurut Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, banjir tersebut lantaran ada pengerjaan proyek di sodetan Waduk Tiu, Kelurahan Pondok Ranggon, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (Jaktim).

Rahmat mengatakan, ada penutupan dua dari tiga pintu air Waduk Tiu di Jalan Kampung Keramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung.

"Kebetulan (lokasi Waduk Tiu) berbatasan dengan Kota Bekasi, saya sudah memantau dampak banjir di Kota Bekasi, tepatnya di Kelurahan Jatimelati akibat penutupan dua tanggul (pintu air)," kata Pepen, sapaan akrabnya, di Kota Bekasi, Kamis.

AYO BACA : Banyak Saluran Air Bermasalah, Wali Kota Jakarta Barat Akui Butuh Koordinasi Banyak Pihak untuk Perbaikan

Pepen mengatakan, lokasi di dekat Waduk Tiu sedang dalam pengerjaan sodetan yang dilakukan oleh Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jaktim. 

"Sebenarnya ada empat pintu air, tetapi dua pintu ditutup yang akhirnya menyebabkan banjir di daerah Kota Bekasi karena elevasinya tidak setinggi Jakarta Timur," ujarnya.

Rencananya, menurut Pepen, pengentasan banjir di Jatimelati dibuat tanggul sepanjang sekitar 605 meter dengan sistem tanggul beronjong.

AYO BACA : Kabupaten Bekasi Garap proyek Pengendali Banjir 2021

Wali Kota Jaktim, M Anwar ketika dikonfirmasi mengatakan, persoalan banjir di wilayah Jatimelati, Kota Bekasi, telah diselesaikan antara kedua belah pihak. "Sudah dikoordinasikan dan sudah tuntas," katanya.

Camat Cipayung, Fajar Eko Satrio menjelaskan, upaya penuntasan banjir di Jatimelati dilakukan melalui pemanfaatan Waduk Pondok Ranggon seluas 11 hektare. "Teknisnya kita buat sodetan Waduk Tiu menuju Waduk Pondok Ranggon. Selain itu kita pertebal tanggul sisi Kali Sunter hulu di wilayah Bekasi," kata Eko.

Proyek Waduk Tiu telah sampai pada tahap pembuatan sodetan dari Kali Sunter sepanjang 23 meter dengan dimensi 120 meter. Proyek tersebut merupakan kegiatan lanjutan dari sodetan Kali Sunter sepanjang 100 meter dengan lebar dua meter yang telah diselesaikan pada akhir September 2020.

Proyek sodetan tahap pertama telah terbukti mengurangi dampak banjir yang kerap merendam permukiman warga di sekitar bantaran sungai di Cipinang Melayu. Sebanyak 1.428 kepala keluarga (KK) di wilayah Cipinang Melayu, Jaktim bebas dari banjir dalam dua kali peristiwa peningkatan tinggi muka air (TMA) hulu Kali Sunter pada Oktober 2020.

AYO BACA : Pemkot Bogor Matangkan Aturan Penggunaan Kantong Plastik di Pasar Tradisional

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati