KABUPATEN BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Angka positif Covid-19 di Kabupaten Bekasi kian meningkat seiring kian banyaknya penularan corona melalui klaster industri. Lihat saja dalam sepakan, ada 544 kasus positif Covid-19 yang meledak dengan mayoritas tertular saat bekerja di wilayah industri.
Ledakan kasus membuat pihak yang tertimpa musibah saling klaim sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pihak perusahaan kebanyakan mengaku sudah memberlakukan aturan yang tinggi terhadap penerapan protokol kesehatan. Nyatanya, baik perusahaan atau pun pemerintah toh masih kebobolan.
Bupati Bekasi Eka Supria Atmaja mengklaim, pihaknya sudah membentuk program “Mang Jaka” atau Masyarakat Jaga Kampung yang difokuskan sebagai sebuah upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang semakin meluas. Mang Jaka sendiri mulai dipamerkan kepada masyarakat akhir Juni lalu.
“Pencegahan ini yang harus betul-betul kita lakukan dengan baik, termasuk penanganannya. Ini tidak hanya berdampak di perusahaan saja, tapi juga di lingkungan tempat tinggalnya,” kata Eka dalam keterangannya, Minggu (6/9/2020).
“Upaya kita membentuk Satgas di masing-masing lingkungan dengan membentuk Mang Jaka atau Masyarakat Jaga Kampung,” lanjut dia.
Selain itu, Pemkab Bekasi juga sudah mendorong perusahaan-perusahaan di kawasan industri untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Begitu juga dengan swab test mandiri yang telah diikuti ratusan pekerja.
AYO BACA : Angka Sembuh Covid-19 di Kabupaten Bekasi Tinggi
“Kami senantiasa terus melakukan upaya pencegahan dan penanganan dalam sektor industri. Protokol kesehatannya di industri juga sudah luar biasa,” ujar Eka.
Dari data yang dimutakhirkan, kasus corona di Kabupaten Bekasi mengalami angka kesembuhan yang cukup signifikan, meski angka keterjangkitan juga cukup tinggi.
Berdasarkan data yang disajikan website resmi pikokabsi.bekasikab.go.id, Minggu (6/9/2020), kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 6 menjadi total 1325 orang. Dari jumlah itu, 1025 di antaranya sembuh atau bertambah 88 orang, 44 meninggal, 42 dirawat, dan 214 menjalani isolasi mandiri.
Sementara itu, kasus suspek sebanyak 6327 orang dimana 196 di antaranya masih dalam pengawasan. Adapun total kasus probable 55 orang, 12 di antaranya sembuh, 4 dalam pengawasan, dan 40 meninggal dunia. Sedangkan kasus kontak erat yang masih dalam pemantauan berjumlah 219 orang.
Di lihat dari sebaran wilayahnya, penambahan kasus Covid-19 terbanyak berada di Kecamatan Cibitung sebanyak 100 kasus, disusul Babelan 28 kasus, dan Cikarang Utara 25 kasus.
Catatan Redaksi: Jika anda merasakan gejala klinis awal COVID-19 seperti batuk, bersin, demam, dan kesulitan bernapas, untuk memastikannya atau mengetahui informasi yang benar perihal virus ini bisa menghubungi nomor hotline Posko KLB Dinkes DKI, baik melalui sambungan telepon maupun Whatsapp: 081388376955. Sementara, untuk nomor kegawatdaruratan dapat menghubungi 112 atau 119. Bagi masyarakat di luar Jakarta, bisa menghubungi nomor hotline Kementerian Kesehatan RI di 021-5210411 atau nomor 081212123119. Pencegahan penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) yang efektif adalah rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hand sanitizer dengan kadar alkohol 70-80 persen adalah alternatif.
AYO BACA : Mang Jaka Cegah Penularan Covid-19 Kabupaten Bekasi