Bekasi

Zona Merah Kabupaten Bekasi Dipicu Klaster Industri

Oleh: Admin Kamis 03 Sep 2020, 13:33 WIB
Ilustrasi

CIKARANG PUSAT, AYOJAKARTA.COM – Peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Bekasi terjadi sejak pekan lalu didominasi oleh klaster industri. Status wilayah ini pun berubah.

Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bekasi dr Alamsyah menjelaskan bahwa saat ini Kabupaten Bekasi sudah tidak masuk zona kuning Covid-19.

AYO BACA : Covid-19 Belum Mereda, Kota Bekasi Perpanjang PSSB hingga 2 Oktober

“Sudah zona merah sekarang,” kata dr Alamsyah saat dikonfirmasi Ayobekasi.net, Kamis (3/9/2020).

Hal tersebut, lanjut dia, tak lepas dari masifnya tes yang dilakukan, terutama pada para pekerja yang ada di Kabupaten Bekasi. Begitu pun penelusuran jejak virus pada keluarga dan kontak erat yang lain.

AYO BACA : Tes Usap Massal di Bekasi, Pekerja Positif Covid-19 Berasal dari 22 Perusahaan

“Lebih dari 100 perusahaan (swab test massal). Saat ini masih proses tracing,” ujarnya.

Sebelumnya, Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, rasio kasus di Jawa Barat meningkat lebih dari 100 persen dalam waktu sepekan.

Adapun berdasarkan data Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jawa Barat pada awal September mencatat penambahan kasus positif terbesar berada di Kabupaten Bekasi sebanyak 388 kasus.

“Lima kasus kenaikan tertinggi yaitu di Jawa Barat, lebih dari 100 persen dari angka 707 menjadi 1.681,” kata Wiku, Selasa (1/9/2020).

Sementara itu, data terbaru Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Kabupaten Bekasi hari ini mencatat penambahan kasus sebanyak 27 orang menjadi 1.261 kasus. Dari jumlah tersebut, 886 sembuh, 41 meninggal dunia, 46 dirawat di rumah sakit, dan 288 menjalani isolasi mandiri.

AYO BACA : Tanggapan Bupati Bekasi Soal Melejitnya Klaster Penularan Corona di Industri

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono