Bekasi

Kini Ganti E-KTP Rusak Cukup dengan HP

Oleh: Admin Kamis 23 Jul 2020, 17:02 WIB
sebagai ilustrasi layanan e-KTP untuk lansia/ Ayobogor.com

KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM – Camat Bekasi Timur, Kota Bekasi, Widy Tiawarman mengatakan, penggantian E-KTP yang hilang atau rusak bisa menggunakan teknologi yang diakses menggunakan HP. Hal itu dilakukan dengan menggunakan aplikasi e-open Disdukcapil

“Jadi caranya silahkan hubungi Satgas Pamor di RW domisili untuk diajukan penggantian E-KTP apabila ada kerusakan atau kehilangan,"ujar Widy, saat dihubungi Ayobekasi.net - bagian dari Ayo Media Network, Kamis (23/7/2020).

Dia melanjutkan, sistem digital yang berlaku saat ini diklaim lebih memudahkan masyarakat serta membuat proses penggantian e-KTP menjadi lebih cepat dan efisien.

AYO BACA : Kota depok Selenggarakan Layanan E-KTP Door to Door

“Di Kecamatan untuk pelayanan perekaman E-KTP bagi warga yang baru berusia 17 tahun. Pelayanan kependudukan yang lain dapat dilakukan oleh Satgas Pamor melalui e-open Disdukcapil,” ujarnya.

Satgas Pamor RW 14 Bekasi Jaya Herdiansyah mengatakan bahwa penggantian E-KTP warga yang rusak atau hilang bisa dilakukan dengan sangat cepat, tanpa pungutan liar maupun proses berbelit.

“Iya cukup WA atau menghubungi Satgas Pamor di RW masing-masing, foto E-KTP lama dan KK-nya, nanti tinggal diganti,” kata Herdiansyah.

AYO BACA : Pasca-OTT Pungli Pembuatan e-KTP, Pelayanan Disdukcapil Kabupaten Cirebon Dijanjikan Normal

Adapun proses penggantian juga tidak memerlukan waktu hingga berhari-hari, apalagi hitungan bulan. Warga bukan lagi mendapat surat keterangan, namun fisik E-KTP yang baru.

“Kalau mau ganti E-KTP langsung jadi E-KTP (baru)-nya. Bukan suket (surat keterangan) lagi. Ini kalau blanko E-KTP tersedia dari Disdukcapil,” ujarnya.

Seorang warga, Danti mengaku pernah mencoba layanan ganti e-KTP ini dan merasa cukup puas. Proses penggantian kartu pun sesuai dengan pernyataan di atas.

“Waktu itu saya sehari langsung jadi. Enggak bayar sama sekali,” kata dia.

Sementara, lain cerita yang dialami Kusno. Dia bahkan sampai menunggu tiga bulan untuk mendapat ganti E-KTP baru. Hal tersebut lantaran blanko E-KTP yang belum tersedia.

“Itu dulu pas ada kasus korupsi kali ya, jadi blanko kosong terus. Tapi, dikasih suket sih. Nah, kalau sekarang bisa cepet ya alhamdulillah bagus kalo gitu,” ujarnya.

AYO BACA : UPDATE COVID-19: Kasus Baru Positif di DKI Tertinggi Lagi, Naik 416 Kasus

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati