KOTA BEKASI, AYOJAKARTA.COM - Siswa SD di Bekasi Utara Kota Bekasi tidak melaksanakan pembelajaran tatap muka di kelas. Mereka belajar dari rumah secara online dalam jaringan (daring) via Google Meet.
Seorang orangtua siswa, Sita mengaku anak-anaknya akan kembali aktif belajar pada 16 Juli 2020. Pembelajaran dibagi melalui Whatsapp dan fitur Google Meet.
"Belum belajar di sekolah sih karena kondisi belum memungkinkan. Jadi, kemarin dikasih tahu masih belajar online," kata Sita kepada Ayobekasi.net - bagian dari Ayo Media Network, Minggu (12/7/2020).
Dia merinci, kegiatan belajar mengajar secara daring ini dilakukan melalui Google Meet dua kali seminggu dan penugasan melalui Whatsapp empat kali seminggu.
"Tugas dikerjakan di buku tulis dan dikumpulin seminggu sekali," ujarnya.
AYO BACA : Senin Depan Sekolah Mau Dibuka, Kasus Covid-19 di Bekasi Justru Naik
Sita mengungkapkan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh seperti ini memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Di satu sisi ia lega karena anaknya masih belajar di rumah dalam kondisi pandemi seperti sekarang.
"Tapi, ada khawatirnya juga takutnya memang pembelajaran jadi enggak maksimal," katanya.
Hal senada dikatakan Santi yang bersyukur bahwa Pemerintah Kota Bekasi belum akan membuka sekolah secara serentak. Namun, di lain sisi ia juga ingin anaknya mendapat pendidikan yang maksimal.
"Dilema sih iya, tapi kondisi sekarang masih lebih baik daripada sekolah dibuka semua dan malah anak-anak kita dalam bahaya Covid-19," ujar dia.
Sebelumnya, Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi sempat melontarkan wacana pembukaan kembali sekolah-sekolah yang ada di Kota Bekasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan yang ketat. Terlebih, ia mengklaim kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir.
"Intinya kita ingin bisa kembali beraktivitas, tapi tetap aman Covid-19. Protokol kesehatan benar-benar harus diperhatikan," katanya.
AYO BACA : Sekolah di Kota Bekasi Kembali Dibuka, Orang Tua Tak Setuju