BEKASI SELATAN, AYOJAKARTA.COM – Munculnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di tengah pandemi Covid-19 ditanggapi biasa saja oleh Wali Kota Rahmat Effendi.
Dia memilih untuk tidak terlalu khawatir karena angka kematian akibat DBD di Kota Bekasi terbilang sangat rendah. Ditambah angka kesembuhan pasien Covid-19 yang semakin meningkat signifikan.
AYO BACA : Selama Wabah Corona, Angka DBD Turun Drastis
“Sepanjang masih ada peradaban kehidupan manusia dan makhluk bernyawa, penyakit pasti masih ada,” kata pria yang akrab disapa Pepen saat dihubungi Ayobekasi.net, Selasa (30/6/2020).
“Tinggal bagaimana kita menjaga kebersihan dan disiplin melakukan gerakan 3M (Menguras, Menutup, Mengubur) Plus untuk mencegah DBD,” lanjut dia.
AYO BACA : Waspada COVID-19, Jangan Remehkan Ancaman Demam Berdarah
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Bekasi, kasus DBD mengalami fluktuasi sejak bulan Maret hingga Mei 2020 dengan rincian pada Maret 165 kasus, April 178 kasus, dan Mei 169 kasus.
Kepala Bidang Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Kota Bekasi Dezi Syukrawati mengungkapkan ada tiga wilayah yang mencatatkan kasus DBD paling banyak, yakni Bekasi Utara, Jati Asih, dan Bekasi Barat.
“Kasusnya tidak setiap bulan naik karena ada kalanya turun. Dan, semua alhamdulillah tidak ada yang meninggal dunia,” ujarnya.
Dia pun mengimbau pada warga agar menjaga kesehatan serta kebersihan lingkungan dan mematuhi protokol kesehatan yang ada seperti menggunakan masker, juga rajin mencuci tangan.
AYO BACA : Sekko Jaktim: PHBS Bisa Cegah Wabah DBD dan COVID-19