Bekasi

Pemulangan Paksa Jenazah PDP Covid-19 di Bekasi, Kepala Desa Minta Maaf

Oleh: Admin Rabu 10 Jun 2020, 18:03 WIB
Tangkapan layar sejumlah orang menjemput paksa jenazah berstatus PDP Corona dari salah satu rumah sakit di Bekasi

TAMBUN UTARA, AYOJAKARTA.COM -- Kasus pemulangan paksa jenazah pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di RS Mekar Sari, Bekasi Timur jadi sorotan.

Kepala Desa Srimukti, Sandam Rinta meminta maaf atas tindakan warga dan keluarga pasien yang disebutnya belum memahami tata cara penanganan jenazah PDP Covid-19.

AYO BACA : Wali Kota Bekasi Bicara Soal Jemput Paksa Jenazah PDP Covid-19

“Untuk itu saya mewakili warga dan keluarga pasien meminta maaf atas kejadian yang terjadi kemarin. Murni karena spontan dan panik,” kata Sandam saat dihubungi Ayobekasi.net, Rabu (10/6/2020).

Dia lantas menjelaskan bahwa almarhum R merupakan warga Kampung Gabus, Desa Srimukti, Kabupaten Bekasi yang sempat dirawat di rumah sakit sejak 3 Juni 2020. Pada 5 Juni 2020 dilakukan swab test dan didapati hasil negatif.

AYO BACA : Kronologi Jenazah PDP Corona Dijemput Paksa dari RS Mekar Sari Bekasi

“Pada 8 Juni meninggal dunia dan keluarga menolak pemakaman dengan protokol Covid-19. Lebih karena panik dan kurang memahami prosedur penanganan jenazah yang berstatus PDP,” ujarnya.

Sandam pun meminta pada warga agar tidak mengulangi kembali kejadian tersebut dan mentaati protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah.

Sebelumnya, Perwakilan Manajemen RS Mekar Sari Sugeng menjelaskan bahwa pasien berinisial R tersebut menjalani perawatan dengan diagnosa awal TB Paru.

“Kurang lebih dirawat tiga hari dan sudah dilakukan tes Covid-19. Hasil tes pertama dan kedua negatif, lalu dites ketiga ini hasilnya belum keluar beliau sudah meninggal dunia,” kata Sugeng.

Pihak kepolisian dari Polres Metro Bekasi Kota juga sudah mendatangi rumah sakit dan meminta keterangan sejumlah saksi. Kasus ini pun sedang dalam penyelidikan.

AYO BACA : Satu Jenazah PDP Dijemput Paksa Warga di Kota Bekasi

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono