BEKASI, AYOJAKARTA.COM -- Pemerintah Kota Bekasi menurunkan nilai bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako dari Rp199.800 menjadi Rp127.854 per paket.
Hal ini terjadi akibat peningkatan jumlah warga Non Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) penerima bansos di Kota Bekasi dari semula 31.841 Kepala Keluarga (KK) menjadi 150.000 KK.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi Alexander Zulkarnain menerangkan bahwa rincian dari Rencana Kebutuhan Biaya (RKB) sebesar Rp127.854 terdiri dari berbagai kebutuhan pokok.
“Seperti 5 Kg beras premium dengan harga satuan Rp12.800, makanan 1 kaleng (sarden 425 gr) dengan harga satuan Rp18.000, 7 mi instan dengan harga satuan Rp2.103,” kata Alexander dalam keterangannya, Selasa (5/5/2020).
Lalu, pembelian 1 liter minyak goreng harga satuan Rp12.650, satu bungkus biskuit dengan harga satuan Rp8.687, satu kecap botol 140 ml dengan harga satuan Rp4.626, satu saus sambal 140 ml dengan harga satuan Rp3.475 dan 1 buah kantong plastik dengan harga Rp1.696.
“Anggaran Rp127.854 per paket ini merupakan harga sesuai RKB. Namun realisasi belanjanya per paket pangan per KK Non DTKS lebih efisien hanya Rp118.868 sampai Rp121.618 per paket,” ujarnya.
Dari efisiensi tersebut, rinciannya adalah beras premium Rp11.700 sampai Rp.11.850 per kilogram, sarden 425 gr Rp16.000 sampai Rp18.000, mi instan Rp. 2.102, minyak goreng Rp12.650, biskut Rp7.353, kecap Rp4.625, saus Rp3.475, dan kantong plastik Rp1.550.
“Kami beli dari pabriknya langsung seperti mi instan sehingga bisa mendapatkan harga yang lebih murah,” kata Alexander.
Meski nilai paket diturunkan, ia berharap tetap mampu membantu sedikit kesulitan warga yang ada di Kota Bekasi.
“Terlepas dari jumlah bantuan dan besarannya saya berharap bantuan ini bisa diterima dan dimanfaatkan guna mengurangi dampak ekonomi warga Kota Bekasi,” ujarnya.