BEKASI, AYOJAKARTA.COM -- Pandemi Covid-19 mampu mengubah kehidupan perekonomian seseorang menjadi lebih sulit. Entah pekerjaannya sebagai pegawai pabrik, ojek online, hingga karyawan swasta sekalipun.
Melihat kondisi ini, Ketua Generasi Muda Kekeluargaan Gotong Royong (Gema MKGR) Kota Bekasi Syahrul Ramadhan mendorong pemerintah untuk membebaskan biaya Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi para siswa, terutama yang orangtuanya terdampak Covid-19.
AYO BACA : PSBB Kota Bekasi, Hari Ketiga Mulai Ada Peringatan bagi Pelanggar
“Pertama, selain sekolah juga memang diliburkan atau belajar dari rumah, orang tua siswa juga banyak yang terbentur masalah ekonomi karena Covid-19 ini,” kata Syahrul, Rabu (15/4/2020).
Pemerintah, lanjutnya, juga perlu memperhatikan dunia pendidikan yang sejatinya tidak boleh ‘kalah’ dari pandemi virus tersebut. Bila diperlukan, sekolah maupun guru juga diberikan insentif agar proses pendidikan tidak ikut terdampak parah.
AYO BACA : PSBB Hari Pertama, Banyak Pelanggaran di Tol Bekasi
“Tolong diperhatikanlah terutama guru-guru honorer di masa pandemi ini supaya kehidupan mereka juga terbantu. Jangan sampai ada PHK guru,” ujarnya.
Pendapat Syahrul diamini Rahmat, siswa kelas XI di sebuah SMA di Bekasi. Dia mengungkapkan bahwa pendapatan ayahnya yang bekerja sebagai buruh pabrik terancam dipangkas 50 persen.
“Setuju banget kalau memang SPP di-gratisin karena bisa ngeringanin beban orang tua yang sudah berat,” katanya.
Kalaupun tidak bisa dibebaskan, Rahmat berharap ada keringanan yang diberikan oleh pihak sekolah atau pemerintah agar ia bisa melanjutkan pendidikannya sampai selesai.
“Mungkin bisa ditunda dulu bayarnya sampai kondisi normal,” ujarnya.
AYO BACA : Ridwan Kamil Kritik PSBB Kota Depok, Begini Tanggapan Walkot Depok