JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Kaum ibu rumah tangga di Bekasi mulai was-was dengan pertumbuhan homoseksual dari kalangan pria beristri.
Mereka gelisah dan waspada kalau-kalau salah satu penganut seks menyimpang itu adalah suami sendiri.
"Amit-amit, ya. Jangan sampai suami saya memiliki kelainan seksual itu. Kasihan keluarga dan anak-anak saya nanti," kata Anggih (29), warga Medan Satria, Kota Bekasi, Rabu (4/12/2019).
Anggih tidak bisa membayangkan pelaku homoseksual berada di tengah-tengah lingkungannya. Namun dia mengaku selalu membuka ruang komunikasi kepada suami dalam urusan rumah tangga.
"Ya, paling banyak saya sering bicara kalau sudah di rumah, saling tukar pikiran, dan saling mengisi satu sama lain," ungkapnya.
Wanita beranak dua itu punya pengalaman di lingkungannya sendiri dengan kehadiran perempuan berkelainan orientasi seks (lesbian).
"Saya pernah melihat langsung kalau lesbi. Kalau ditanya hanya sebatas teman, tapi kalau diperhatikan seperti orang pacaran," ucapnya.
Anggih berharap pemerintah segera mengambil tindakan atas fenomena menjamurnya kelainan seks. Ia khawatir gaya hidup itu menyasar kalangan remaja.
"Ya, adakan apalah dari pemerintah, biar tidak menyebar penyakit homo dan lesbi," pinta Anggih.
Dikutip dari Media Indonesia, sebanyak 1.000 warga Kota Bekasi dilaporkan sebagai penderita HIV/AIDS. Angka tersebut membuat wilayah itu menduduki posisi teratas kedua dengan jumlah penderita HIV/AIDS terbanyak di Jawa Barat.
Istri Wakil Wali Kota Bekasi, Wiwik Tri Adhianto, sempat mengimbau kaum istri untuk bisa lebih menjaga penampilan di dalam maupun di luar rumah. Tujuannya agar suami bisa lebih menghargai keberadaan istri sendiri.
"Terutama kami sebagai istri harus jaga penampilan di depan suami," kata Wiwik.
Menurut Wiwik, bila para suami kurang bahagia atas kehadiran istri di rumah maka mereka rentan mencari sensasi baru di luar rumah.
"Bisa juga mereka mencari seks lain melalui organ dubur, karena tren homoseksual sedang meningkat," ungkapnya.
Sedangkan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi meminta kewaspadaan kaum istri atas kemungkinan suaminya memiliki kelainan seks sebagai pecinta sesama jenis atau homoseksual.
"Ini harus jadi peringatan buat para istri, ternyata banyak suami punya pasangan sesama jenis di wilayah kita," kata Kabid Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana di Cikarang, kemarin.
Menurut Irfan, pria pecinta sesama jenis terlihat sebagai lelaki normal dalam kesehariannya. Mereka baru diketahui sebagai homoseksual setelah menjalani pemeriksaan kesehatan.
"Mereka ini biasanya lelaki normal, bisa karena istrinya di kampung atau karena ingin cari sensasi baru," kata dia.
Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi sepanjang tahun 2019, jumlah penderita HIV dan AIDS di wilayahnya bertambah 105 pasien. Perilaku hubungan pria sesama jenis menjadi penyebab tertingginya.
"Tahun ini bertambah 105 pasien HIV dan AIDS, pria ada 74 orang dan wanita sebanyak 31 pasien," ungkap Irfan Maulana.
Dari 74 pria penderita HIV dan AIDS di wilayahnya tahun ini 46 di antaranya merupakan pecinta sesama jenis. Kemudian di tahun yang sama pula terdeteksi 14 wanita pekerja seks, enam waria, empat kasus kelompok berisiko tinggi atau Risti, dan dua pria pelanggan pekerja seks.
"Serta lain-lain seperti penggunaan narkoba, transfusi darah, alat tato, transplantasi organ tubuh, dan ibu ke bayi sebanyak 33 penderita," tambah Irfan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Sri Enny Mainiarti, mengatakan, 105 kasus baru tahun ini membuat akumulasi penderita HIV dan AIDS di Kabupaten Bekasi bertambah menjadi 1670 orang.