Bekasi

Derita Warga Bekasi Alami Pemadaman Listrik Lebih dari 15 Jam

Oleh: Admin Senin 05 Agu 2019, 13:53 WIB
Ilustrasi (pixabay)

BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Putri Chaerani (27 tahun) sibuk dengan ponselnya, Senin (5/8/2019) pagi. Bukan sedang Whatsapp-an atau upload Instagram Stories, melainkan mencari genset di online shop. Ini dilakukan karena ia trauma dengan pemadaman massal yang dilakukan PLN sejak Minggu (4/8/2019) kemarin.

Bukan berlebihan mengingat Putri yang tinggal di Perumahan BJI Teluk Angsan, Bekasi Timur, terdampak pemadaman tersebut selama lebih dari 15 jam.

“Saya masih menyusui anak umur lima bulan. Stok ASI yang satu kulkas sendiri itu cair dan kualitasnya jelek gara-gara listrik mati. Stres banget,” katanya, Senin (5/8/2019).

Tak mau diam saja ia pun bergerilya ke beberapa marketplace e-commerce untuk membeli genset. Soal harga tak jadi soal karena berapapun akan ia usahakan demi pasokan ASI si buah hati.

AYO BACA : Beberapa Wilayah di Jabodetabek Kembali Alami Pemadaman Listrik

“Paling penting buat kulkas aja sih sama pompa air. Takut mati lampu lama lagi,” ujar Putri.

Derita yang sama ikut dirasakan Sulistiawati (28 tahun), warga Mustika Jaya, Kota Bekasi. Ibu satu anak ini harus sabar dalam gelap selama lebih dari 24 jam. Listrik di rumahnya sempat kembali hidup pada pukul 05.00 WIB. Namun, tak sampai satu jam kembali padam hingga berita ini diturunkan.

“Parah banget. Sampai susah buang air karena pompa ikut mati,” kata Sulistiawati.

Belum lagi kondisi tubuhnya yang kini tengah hamil 8 bulan menjadi ujian tersendiri. Suasana rumah yang pengap kerap membuat ia sesak. Terlebih sang anak pun rewel lantaran kepanasan hingga digigit nyamuk.

AYO BACA : Pasokan Air Bersih Bekasi Diklaim Aman Usai Gangguan Listrik

Mario Dhika (29 tahun) punya cerita lain. Warga Perumahan Irigasi Danita, Bekasi Timur itu harus bolak balik mengangkat air galon isi ulang demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Air galon itu tidak ia dapatkan dengan mudah karena stoknya habis dimana-mana.

“Saya harus muter-muter dari sore sampai malam, dapatnya di daerah dekat Summarecon sana. Itu juga antre panjang karena orang juga butuh,” ujar Mario.

Pegawai swasta ini kebagian ‘jatah’ pemadaman selama kurang lebih 16 jam. Selama itu pula ia mesti berhemat lilin dan air semaksimal mungkin. Ditambah numpang charge ponsel di rumah tetangga yang memakai genset.

“Ini biar bisa komunikasi sama orang tua, saudara, dan teman-teman yang juga senasib,” katanya.

PT PLN (Persero) melakukan pemadaman massal di sejumlah area DKI, Banten, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah sebagai imbas gangguan transmisi Ungaran-Pemalang. Proses perbaikan dan pemulihan memakan waktu lebih dari delapan jam, dan proses pengaliran listrik ke pelanggan dilakukan secara bertahap.

Untuk wilayah DKI Jakarta dan sebagian Banten, aliran listrik mulai menyala sejak pukul 19.00 WIB , kemudian disusul wilayah lain seperti Depok, Bogor, dan Tangerang. Adapun Bekasi, sebagian area menyala sekitar pukul 20.00 WIB. Sementara wilayah Bekasi Timur merupakan area yang paling lama mendapat pemadaman listrik hingga lebih 15 jam.

AYO BACA : PLN Janjikan Konpensasi Akibat Pemadaman Listrik

Reporter Admin
Editor Rizma Riyandi