BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Pemerintah Kota Bekasi melalui Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi tengah memetakan kondisi ruas-ruas jalan yang akan digunakan sebagai jalur mudik lebaran tahun 2019.
Ruas-ruas itu akan dipantau menyeluruh, tak terkecuali dengan dua ruas mudik yang sudah dipastikan kerusakannya, yakni Jalan KH Noer Alie di Bekasi Barat dan Jalan HM Joyo Hartono di Bekasi Timur yang mengalami kerusakan tidak lama ini.
"Semua (ruas jalan mudik) sekarang sedang kita evaluasi," jelas Kepala DBMSDA Kota Bekasi Arief Maulana saat dihubungi, Kamis (2/5/2019).
Arief menjelaskan, biasanya jalur Kota Bekasi yang digunakan oleh para pemudik yakni jalur-jalur yang menghubungkan Kota Bekasi dengan ibukota Jakarta, seperti Jalan KH Noer Alie, Jalan Sultan Agung, dan Jalan I Gusti Ngurah Rai.
Lalu ruas-ruas dalam kota yang kemudian juga dilalui para pemudik sebelum memasuki kawasan Kabupaten Bekasi antara lain seperti Jalan Sudirman, Jalan Ahmad Yani, Jalan Cut Mutia, Jalan Ir. H. Djuanda, dan seterusnya.
Dia mengaku pemetaan kerusakan jalan itu perlu, selain agar dapat disegerakan diperbaiki, pemetaan dimaksudkan agar dinasnya dapat menyampaikan kondisi jalan kepada yang lebih berwenang, misalnya karena jalan tertentu yang ada di Kota Bekasi merupakan jalan pemerintah provinsi ataupun pusat.
"Misalkan ada jalan yang (kewenangan) melalui pemerintah pusat atau provinsi kita kembalikan ke mereka untuk penanganan perbaikannya," jelasnya.
Namun demikian, terdapat juga jalan di luar kewenangan pemerintah pusat atau provinsi namun perbaikannya tersebut dilakukan oleh pihak di luar pemerintah kota, seperti kerusakan Jalan KH Noer Alie di Kalimalamg yang terdampak karena pembangunan Tol Becakayu.
"Kalimalang saat ini kan banyak mengalami kerusakan karena dampak dari pembangunan Tol Becakayu, maka dalam menghadapi arus mudik, kita nanti minta ke (pengembang) Becakayu untuk melakukan penanganan," tandasnya.