Bekasi

Lima Tahun ke Depan, Pemkot Bekasi akan Aktivasi 65 Persen Koperasi

Oleh: Admin Kamis 04 Apr 2019, 05:44 WIB
Lambang Koperasi

BEKASI, AYOJAKARTA.COM--Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi akan mengaktivasi 65% koperasi dari total 617 koperasi yang ada. Hal itu akan dilakukan bertahap selama lima tahun kedepan. 

Dinas melakukan aktivasi untuk mendata kembali koperasi yang selama ini sudah berjalan. Koperasi-koperasi yang didata merupakan jenis koperasi yang bergerak di berbagai sektor yang basisnya mulai dari unit paling kecil, hingga yang asetnya mencapai miliaran. 

"Mengacu pada RPJMD, untuk lima tahun kita kedepan akan melakukan aktivasi 65% koperasi yang aktif," terang Kepala Bidang Koperasi, Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi, Sitanggang pada (3/4/2019).

Sitanggang mengungkapkan, sejumlah koperasi di Kota Bekasi memiliki aset mencapai miliaran. Contohnya Koperasi Lima Garuda dengan aset mencapai Rp500 miliar, koperasi Karyawan Brigstone mencapai Rp300 miliar, dan sejumlah koperasi lainnya. 

Dia mengatakan, peningkatan pertumbuhan aset yang melejit seperti koperasi-koperasi tersebut menunjukkan koperasi sebagai badan usaha punya kemampuan yang kuat untuk berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Sementara itu, untuk mendorong koperasi yang masih kecil dayanya, pemerintah melakukan pendekatan agar koperasi-koperasi bersangkutan melibatkan UMKM. Hal itu kiranya mampu membantu meningkatkan potensi koperasi, alih-alih agar tetap berjalan. Konsep yang ditanamkan dalam pola ini ada buying and selling coalition.

"Jadi akhirnya kita punya seperti koperasi boneka, makanan-minuman, koperasi pegawai negeri, koperasi masyarakat dan lain sebagainya. Kalau UKM dibiarkan sendiri juga, maka kekuatannya kurang," ujar Sitanggang.

Ia mencontohkan seperti koperasi boneka, dapat dikatakan laju penjualannya melesat. Di pasar Indonesia, ia mengaku, sekitar 60-70% produk boneka berasal dari Kota Bekasi. 

"Saya melihat dulu orang memandang koperasi sebelah mata, sekarang koperasi punya segalanya bahkan mampu menyerap tenaga kerja," ujarnya. Disamping itu, peranan koperasi yang fleksibel bisa masuk ke berbagai lini. Selain koperasi simpan pinjam, koperasi-koperasi pun sekarang menawarkan jasa, misalnya transportasi hingga kontruksi.

Ia pun mengaku, saat ini pihaknya tidak memberikan bantuan kepada koperasi dalam bentuk keuangan. Dinas hanya mengajarkan bagaimana koperasi bisa mendapatkan bantuan dalam bentuk pinjaman lunak. Hal ini kiranya mampu meningkatkan pembelajarkan berwirausaha untuk para anggotanya.

"Jadi fungsi pemerintah itu sebagai fasilitator, motivator, regulator. Motivator seperti memberi reward disetiap hari koperasi dan award untuk tingkat nasional," tandasnya. 

Reporter Admin
Editor Rizma Riyandi