Bekasi

Jalankan Ritual Thudong, 32 Biksu Berjalan Kaki dari Thailand ke Candi Borobudur untuk Peringati Waisak

Oleh: Admin Jumat 12 Mei 2023, 17:24 WIB
32 biksu dari Thailand yang jalan kaku ke Candi Borobudur singgah di Bekasi

AYOJAKARTA.COM - Puluhan biksu dari beberapa negara menjalankan ritual thudong dari Thailand ke Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Thudong adalah ritual yang dilakukan para biksu atau bhante dengan berjalan kaki sepanjang ribuan kilometer.

Ritual yang dilakukan umat Buddha itu sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, tetapi pernah tidak dijalankan karena pandemi Covid-19.

Baca Juga: RESMI! Tarif Tiket Masuk Borobudur Rp4 Ribu hingga Rp15 Ribu untuk Wisatawan Lokal, Wisatawan Asing Berapa?

Adapun para biksu menjalankan ritual thudong dalam rangka memperingati Wasiak, yaitu hari suci agama Buddha pada 4 Juni 2023 nanti.

Para biksu yang berasal dari Thailand, Singapura, Malaysia dan Indonesia itu melakukan berjalanan sejak 23 Maret 2023 dari Thailand bagian selatan.

Mereka tiba di Indonesia pada 9 Mei 2023. Dikutip dari Antara, sebanyak 32 biksu terlihat telah tiba di Bekasi, Jawa Barat pada Jumat, 12 Mei 2023.

Setelah itu para biksu akan ke Candi Borobudur dengan melewati Cirebon, Semarang, hingga sampai di Magelang.

Candi Borobudur sendiri merupakan monumen Buddha terbesar di dunia. Jadi selain wisatawan lokal, Candi Borobudur juga dikenal wisatawan mancanegara sebagai kuil Buddha terbesar di dunia.

Candi Borobudur diperkirakan dibangun pada abad ke-8, tepatnya sekitar tahun 750-an masehi pada masa pemerintahan dinasti Syailendra.

Baca Juga: Intip Meriahnya Perayaan Hari Raya Waisak di Borobudur, Indahnya Festival Lampion Jadi Penutup

Pembangunannya diperkirakan memakan waktu sekitar 75 tahun sampai akhirnya rampung pada saat pemerintahan Samaratungga.

Terjadinya erupsi Gunung Merapi yang dahsyat pada sekitar tahun 1006 menyebabkan Candi Borobudur tertimbun oleh debu vulkanik selama ratusan tahun lamanya.

Namun, beberapa abad kemudian, Candi Borobudur akhirnya ditemukan kembali oleh seorang insinyur Belanda bernama Hermanus Christiaan Cornelius.

Setelah Indonesia merdeka, pemerintah bekerja sama dengan UNESCO untuk merenovasi Candi Borobudur.

Hingga kemudian pada 1991 UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia.

Reporter Admin
Editor Ica Agustin