AYOJAKARTA.COM – Jagat maya mendadak dibuat heboh dengan adanya pengakuan pekerja perempuan di kawasan Cikarang berinisial AD.
Karyawati di sebuah perusahaan di kawasan Cikarang tersebut mengaku sering diajak untuk staycation alias menginap bersama untuk memperpanjang kontrak kerja.
Saat memberi keterangan kepada media, AD yang bekerja di kawasan Cikarang mengaku sering diancam akan diputus kontrak.
Baca Juga: Terbaru! Menteri PUPR: Ada 15 Ruas Jalan Lampung yang Akan Ditangani pada Perbaikan Juli Mendatang
“Kalau mau kontrak kerjanya diperpanjang, harus mau diajak jalan, katanya begitu,” jelas karyawati AD.
Dalam menjalankan aksinya, oknum manajer kerap mengajak karyawati baru untuk menghabiskan waktu berdua dengan calon korbannya.
Jika calon korban melakukan penolakan, oknum manajer tersebut kemudian tidak memperpanjang masa berlaku kontrak kerja.
“Maunya bareng-bareng, tapi dia nggak mau karena maunya hanya berdua,” ujar AD menceritakan pengalamannya.
Lebih lanjut, AD juga memberi keterangan bahwa penolakan yang sering dilakukannya kepada oknum manajer justru berbuah ancaman serius.
“Lama-lama dia kesel, ya udah kamu habis kontrak aja, nggak usah diperpanjang, habis janji kamu palsu, katanya begitu,” tambah AD.
Di hadapan awak media, AD mengaku risih setiap kali oknum manajer selalu mengajaknya untuk menikmati waktu bersama.
Setelah karyawati AD menyatakan sikap penolakan, oknum manajer tersebut kemudian memblokir nomor calon korban.
“Aku cerita sama temen-temen disana, katanya; ah atasan itu mah sudah biasa, jadi nggak aneh, karena nggak mau diajak, kontraknya habis, begitu,” terang AD.
Terkait dengan sikap oknum manajer saat berada di lingkungan kerja, AD mengaku oknum tersebut mengaku tidak berani bersikap macam-macam.
“Pernah papasan, dia kaya sengaja gitu menyenggol tangan, tapi pura-pura nggak sengaja, modusnya kaya begitu,” ujar AD.
Setelah diblokir dan mengetahui kejadian tersebut juga pernah terjadi, karyawati AD melaporkan peristiwa yang sudah sering terjadi tersebut ke pihak kepolisian.
AD berharap dengan laporannya tersebut, oknum manajer yang sering melakukan pengancaman tersebut akan jera dan tidak ada lagi korban.
“Ya biar ada efek jera aja, jadi untuk kedepannya nggak ada lagi yang kaya gitu, harus berani nolak,” pungkas AD.
Sehubungan dengan adanya laporan yang diungkapkan AD, Polres Metro Bekasi segera melakukan panggilan kepada oknum manajer yang dimaksud.
“Kami akan melakukan pemanggilan atau klarifikasi terkait kasus yang dilaporkan Pelapor,” ujar AKP Hotma Sitompul selaku Kasi Humas Polres Metro Bekasi.
Demikian tindak lanjut kasus dugaan pelecehan seksual yang dikutip Ayojakarta pada Senin, 8 Mei 2023 dari kanal Youtube Kompas TV. ***