AYOJAKARTA.COM – SEKITAR 20 ribu account officer PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tentu merasa berbunga-bunga pada momen itu. Bagaimana tidak? Mereka yang sebagian tinggal di pelosok-pelosok Indonesia bisa bertatap muka meski secara virtual dengan orang nomor satu di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, Sabtu 16 Januari 2021.
Ternyata, sebaliknya juga begitu. Sebagai seorang menteri yang mengurusi ratusan BUMN, Erick Thohir merasa terharu saat bertemu dengan para AO, ujung tombak dari PNM, yang bertempat tinggal dari seluruh Indonesia tersebut. Temu virtual dengan tajuk BERTEMAN PNM (Bersama Erick Thohir Temu AO Nasabah PNM) juga Sesmen BUMN Susyanto dan direksi PNM. Sementara itu, Dirut PNM Arief Mulyadi, mengikuti secara virtual.
Menteri Erick kemudian menyinggung keberadaan AO PNM yang sebagian besar adalah kaum milenial. Menurut dia, kelompok ini bisa dibagi dalam dua karakteristik yakni milenial perkotaan dan milenial pedesaan.
“Dua jenis milenial ini punya pola pikir yang berbeda, tetapi satu kesamaan. Mereka (sama-sama) peduli pada perubahan yang terjadi, peduli kepada masyarakatnya. Ini yang menyentuh hati nurani saya.”
Menurut penjelasan Arief Mulyadi, saat ini PNM memiliki 48.700 karyawan AO (pendamping) yang tersebar di 4.450 kecamatan di seluruh Indonesia. Sebanyak 98 persen di antaranya adalah mereka yang berusia di bawah 28 tahun. Lantas, 99% dari AO itu adalah kaum perempuan.
“Mereka mayoritas lulusan SMA. Sebagian dari AO itu ada yang bekerja sambil melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Terbuka. Makanya sedang upayakan kerja sama dengan pihak UT.”
Para AO PNM, dalam pandangan Menteri Erick, adalah contoh konkret untuk para pimpinan BUMN. Menteri BUMN itu menilai seharusnya direksi perusahaan pelat merah tidak cuma memberikan perintah atau arahan kepada bawahannya, tetapi juga langsung turun melihat langsung kenyataan di lapangan.
“Kalian, milenial turun ke lapangan, tetapi banyak pemimpin BUMN yang hanya duduk di meja,” ujar Menteri Erick dalam pertemuan itu.
Menurut dia, terjun langsung ke lapangan untuk tahu melihat realitas pelaksanaan program sudah dicontohkan Presiden Jokowi. “Ini yang saya challenge. Presiden Jokowi sudah memberi contoh bahwa kita sebagai pemimpin tak boleh hanya mengarahkan saja, tapi juga harus mengetahui real story di bawah.”
Erick pun mengulang di hadapan para AO PNM tentang visi-misi Kementerian BUMN yang antara lain memberikan porsi lebih besar kepada perempuan dan milenial untuk duduk di jajaran direksi BUMN.
“Saya sudah bicara terbuka kemarin. Saya ingin komposisi direksi BUMN itu ada 15% perwakilan dari perempuan. Saya juga mau usia direksi di bawah 40 tahun, paling tidak 5%.”
Sejalan dengan visi Erick di Kementerian BUMN, sebagai orang nomor satu di PNM, Arief menginginkan para pendamping bisa memiliki wawasan yang luas. Bahkan, juga berharap para AO dapat meningkatkan karier di berbagai BUMN.
“Jangan hanya di PNM karena BUMN ini luas. Suatu saat mereka bisa bekerja di BNI, BRI atau lainnya.”
Hal ini sesuai dengan lima sasaran yang menjadi jargon Menteri BUMN, Erick Thohir, yakni AKHLAK yang merupakan singkatan dari Amanah, Kompetensi, Harmonis, Loyalitas, Adaptif, dan Kolaborasi.
“AKHLAK yang Bapak (Erick Thohir) minta jadi pegangan kami dan agar teman-teman bisa berpikir lebih luas.”