TEBET, AYOJAKARTA.COM – Direktur Utama bank bjb, Yuddy Renaldi mengungkapkan, pihaknya mendapatkan anugerah "Gold Rank" dalam ajang Asia Sustainability Reporting Rating 2020. Itu berkat praktik usaha berkelanjutan yang senantiasa diimplementasikan dalam menunjang langkah bisnis perusahan.
AYO BACA : bank bjb Raih Anugerah The Most Resilience Bank
Trofi apresiasi perusahaan-perusahaan teebaik ini diserahkan dalam awarding ceremony The 16th Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2020 yang diselenggarakan di secara virtual, Rabu (16/12/2020). Adapun penghargaan diterima oleh Direktur Komersial & UMKM bank bjb Nancy Adistyasari.
AYO BACA : bank bjb Diganjar Penghargaan Pengelolaan LHKPN Terbaik dan Finalis UPG Terbaik dari KPK
"bank bjb selalu menjadikan praktik usaha berkelanjutan sebagai acuan dalam memandu langkah-langkah strategis ekspansi perusahaan. Hal tersebut dilakukan demi menjaga keseimbangan aspek environment, social, and governance (ESG) yang menjadi indikator-indikator penting dalam mengukur keberhasilan sebuah lembaga dalam memberikan kontribusi yang menyeluruh," kata Yuddy.
Penghargaan yang ditorehkan bank bjb kali ini memperkuat capaian perusahaan di bidang laporan berkelanjutan. Sebelumnya, pada ajang ASRRAT 2019, ini bank bjb juga dinobatkan sebagai peraih Gold Rank pada ajang yang sama. Raihan back to back ini seolah mempertegas level tranparansi dan akuntabilitas bank bjb terjaga sangat baik.
Penghargaan ASRRAT 2020 merupakan ajang penilaian kualitas laporan keberlanjutan/sustainability report berdasarkan standar GRI (Global Reporting Initiative), yang dilakukan oleh para assessor yang berkompeten (Certified SR Specialist).
Penghargaan ini diselenggarakan oleh National Center for Sustainability Reporting (NCSR) dan Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP). Ajang penghargaan bergengsi ini, diselenggarakan sejak 2005, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dunia usaha akan arti penting laporan keberlanjutan.
AYO BACA : Dapat Penghargaan dari KPK, Dirut bank bjb: Korupsi Hambat Pembangunan