SEMARANG, AYOJAKARTA.COM -- Jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru, PT Pertamina (Persero) di Regional Jawa Bagian Tengah menyiagakan stok BBM dan LPG untuk antisipasi peningkatan konsumsi masyarakat.
Pjs Unit Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Jawa Bagian Tengah, Arya Yusa Dwicandra mengatakan, saat ini penyaluran produk BBM jenis gasoline turun 11% dibandingkan tahun lalu yaitu dari 14.000 kiloliter (KL) menjadi 12.600 KL.
"Prediksi penurunan konsumsi BBM jenis gasoline natal dan tahun baru kali ini diakibatkan pandemi Covid-19 yang masih terjadi dan penerapan protokol Covid-19 masih diterapkan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima, Rabu (16/12/2020).
AYO BACA : Buruan! Program Langit Biru, Pertamina Jual Pertalite Seharga Premium di 3 Daerah DKI Jakarta
Untuk konsumsi produk lainnya seperti BBM jenis Gasoil, Pertamina Jawa Bagian Tengah memprediksi akan terjadi penurunan sebesar 11% yaitu dari 5.700 KL menjadi 5.100 KL per hari.
“Penurunan ini diperkirakan akan terjadi mengingat pengguna kendaraan jenis diesel yang didominasi oleh sektor industri akan libur selama natal dan tahun baru," imbuhnya.
Sementara itu produk LPG diperkirakan masih sama dengan tahun sebelumnya yaitu ada peningkatan sebesar 10% untuk LPG jenis PSO (3kg) dan 11% untuk LPG Non Subsidi atau Non PSO.
AYO BACA : Konsumsi Avtur Anjlok 75 Persen Selama Pandemi Corona
“Peningkatan tertinggi LPG kami prediksi akan terjadi di tanggal 22 Desember 2020 jelang Hari Raya Natal dan 29 Desember 2020 jelang tahun baru," tambahnya.
Pihaknya pun mengimbau kepada konsumen agar menyiapkan stok LPG di beberapa hari sebelum tanggal tersebut sebagai antisipasi kesediaan stok di pangkalan.
Sementara itu, Selama periode Satgas Natal dan Tahun Baru, Pertamina memprediksi akan terjadi kenaikan konsumsi BBM dan LPG di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.
"Untuk wilayah Jawa Tengah, Pertamina memperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 8% untuk BBM jenis Gasoline yaitu dari rataan harian normal sebesar 10.200 KL menjadi 11.000 KL per hari. Sedangkan untuk LPG PSO, diprediksi akan naik sebesar 10% dari rataan harian normal 3.480 Metric Ton (MT) menjadi 3.820 MT perhari dan LPG NPSO akan naik 12% yaitu dari 262 MT menjadi 282 MT per hari," ucapnya.
Sementara itu untuk wilayah DI Yogyakarta, Pertamina memperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 6% untuk BBM jenis Gasoline yaitu dari rataan harian normal sebesar 1.510 KL menjadi 1.600 KL per hari. Sedangkan untuk LPG PSO, diprediksi akan naik sebesar 10% dari rataan harian normal 380 Metric Ton (MT) menjadi 420 MT perhari dan LPG NPSO akan naik 9% yaitu dari 61 MT menjadi 66 MT per hari.(Vedyana)
AYO BACA : Jadwal Penerbangan Berkurang, Permintaan Bahan Bakar Pesawat Turun 72%