Bisnis

Kuartal II 2020, Garuda Catat Penurunan Kerugian

Oleh: Admin Rabu 16 Des 2020, 09:40 WIB
ilustrasi. Maskapai Garuda Indonesia/ instagram

TEBET, AYOJAKARTA.COM - Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, pihaknya mencatat penurunan kerugian pada kuartal II tahun 2020. Kerugian tersebut mencapai 599,9 juta dolar AS.

"Kalau dari segi profitability, memang masih negatif. Laba rugi kita masih dalam posisi 368,4 juta dolar AS (pada kuartal tiga)," kata dalam konferensi video, Selasa (15/12/2020).

Meski masih mengalami kerugian, kata dia, Garuda Indonesia masih bisa mempertahankan kinerja bisnis kargo.  Pada Oktober 2020, Garuda Indonesia Group mencatatkan jumlah tertinggi angkutan kargo sejak masa pandemi yakni sebesar 21.980 ribu ton.

AYO BACA : Kreatif, Satgas Yonif MR 413 Kostrad Ubah Truk Menjadi Mobil Perpustakaan

Irfan mengatakan, capaian tersebut setara dengan 83% dari jumlah angkutan kargo pada masa sebelum pandemi. Dengan capaian tersebut, Irfan yakin bisnis kargo memiliki potensi yang dapat terus dimaksimalkan kedepannya.

"Bahkan melebihi capaian angkutan kargo sebelum masa pandemi, khususnya dengan momentum perkembangan industri e-commerce di Indonesia saat ini," ungkap Irfan.

Dia menambahkan, menjelang 2021, Garuda Indonesia akan terus memperkuat upaya akselerasi pemulihan kinerja dengan fokus utama pada penyelarasan strategi perusahaan. Khususnya melalui optimalisasi pangsa pasar domestik maupun lini bisnis penunjang seperti kargo udara, umrah, dan perluasan portofolio bisnis anak usaha.

AYO BACA : Belum Genap Setahun, Airlangga Puji Program Kartu Prakerja

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati