TEBET, AYOJAKARTA.COM – Selama pandemi Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero menyebut bisnis angkutan barang kini menjadi sumber pendapatan utama. Hal ini tak terlepas dari upaya optimalisasi angkutan barang mengingat seluruh KA penumpang sempat dikandangkan.
“Pada semester pertama tahun ini, pendapatan dari angkutan barang mencapai 43% dari total pendapatan,” ujar Juru Bicara (Jubir) PT KAI Pusat, Joni Martinus, dalam keterangan tertulis, Kamis (3/9/2020).
AYO BACA : Tiket KAI Jakarta - Bandung Diobral Mulai Rp75 Ribu
Dijelaskan, sepanjang Agustus 2020, volume angkutan barang mencapai 3,9 juta ton. Perolehan ini meningkat 6% disbanding Juli 2020, yakni sebanyak 3,7 ton. Tren tersebut dinilai seiring mulai menggeliatnya kembali perekonomian.
Pengangkutan sejumlah komiditi misalnya, terpantau meningkat dalam sebulan terakhir di antaranya seperti angkutan semen yang naik 10% menjadi 368 ribu ton dari 333 ribu ton pad bulan berikutnya.
AYO BACA : September, Daop I Jakarta Tambah 41 Rute Perjalanan Kereta. Ini Jadwalnya!
Demikian pula peti kemas naik 8% menjadi 339 ribu ton dari 315 ton, CPO (Crude Palm Oil) naik 22% menjadi 24 ribu ton dari 20 ribu ton, dan BBM (Bahan Bakar Minyak) naik 2% menjadi 181 ribu ton dari 178 ribu ton.
“Peningkatan ini juga menunjukkan kembali bergeraknya sektor industri dan perekonomian yang ditunjukkan melalui tumbuhnya pergerakan barang,” katanya.
Selain itu, KAI melakukan penandatanganan kontrak baru dengan sejumlah perusahaan untuk angkutan barang. Salah satunya, angkutan batu bara. Hal ini tampak pada meningkatnya volume angkutan batu bara sebesar 8 persen menjadi 2,8 juta ton pada Agustus 2020 yang dari sebelumnya hanya 2,7 juta ton pada Juli 2020.
Angkutan batu bara sendiri memegang porsi 72% dari total angkutan barang KAI pada Agustus 2020 atau sebanyak 2,8 juta ton.
“Konsumsi industri yang semakin meningkat membuat angkutan batu bara kembali stabil, setelah sempat turun pada titik terendah yaitu hanya 2 juta ton pada Juni 2020 lalu,” ujarnya.
AYO BACA : KAI Beri Diskon Argo Cirebon dan Argo Parahyangan