Bisnis

Android Deteksi 19 Aplikasi Berbahaya, Ini Daftarnya

Oleh: Admin Senin 27 Jul 2020, 08:24 WIB
Google Play Store. Ilustrasi Foto: androidheadlines.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM – Peneliti keamanan menemukan aplikasi berbahaya yang ada di PlayStore. Ini untuk kesekian kalinya dalam beberapa bulan terkahir aplikasi berbahaya ditemukan di Playstore.

Google telah mem-boot semua 19 aplikasi yang dinyatakan bersalah atas perilaku penyisipan iklan yang merajalela dan curang.

AYO BACA : Fantastis! Ini Gaji Karyawan dan Petinggi Nintendo Jepang

Pengguna harus menemukan dan menghapus setiap aplikasi berbahaya dari ponsel mereka sendiri secara manual. Aplikasi ini diunduh lebih dari 3,5 juta pengguna.

Hal terburuk tentang serangkaian aplikasi Android berbahaya ini adalah aplikasi ini diprogram untuk menipu penggunanya agar percaya bahwa aplikasi tidak berfungsi dengan benar sehingga pengguna akan menghapus ikon instalasi. Sayangnya, pengguna sulit melakukan proses penghapusan instalasi

AYO BACA : Siap Dirilis, Intip Spesifikasi Samsung Galaxy Note 20

Sementara fungsionalitas aplikasi terbatas atau tidak ada sama sekali, aplikasi ini membombardir pengguna dengan iklan, serta mengalihkan lalu lintas web ke portal. TLaporan itu tidak menyebutkan malware ini menyerang integritas informasi pribadi atau data keuangan pengguna.

Dilansir dari Phone Arena, Senin (27/7/2020), daftar aplikasi tersebut  yakni Auto Picture Cut, Color Call Flash, Square Photo Blur, Square Blur Photo, Magic Call Flash, Easy Blur, Image Blur, Auto Photo Blur, Photo Blur, Photo Blur Master, Super Call Screen , Square Blue Master, Square Blur, Smart Blur Photo, Smart Photo Blur, Super Call Flash, Smart Call Flash, Blur Photo Editor dan Blur Image.

Selain menghapus setiap dan semua hal di atas sesegera mungkin, pengguna bisa memberi perhatian ekstra saat ingin mengunduh apa pun yang dikembangkan oleh perusahaan kecil atau ‘orang’ bernama Thomas Mary, Kirik Brian atau Davis Betty. Aplikasi sering terbukti palsu.

AYO BACA : Cara Aplikasi Resso Hidupkan Industri Musik di Tengah Pandemi

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono