TEBET, AYOJAKARTA.COM - Mengutip CNBC, Rabu (24/6/2020), harga emas dunia kembali berkilau menduduki puncak tertingginya pasca Oktober 2012. Tekanan yang terjadi pada dolar Amerika Serikat (AS) dan paket stimulus moneter juga memiliki andil besar dalam melambungkan harga logam mulia itu.
Kini harga emas di pasar spot naik 0,7% menjadi 1.765,99 dolar AS per ounce setelah menembus 1.768,96 dolar AS per ounce, level tertinggi sejak Oktober 2012. Sedangkan emas berjangka Amerika Serikat ditutup menguat 0,9% menjadi 1.782 dolar AS per ounce. Harga komoditas emas melambung hampir 16% sepanjang tahun ini.
AYO BACA : Harga Emas, 24 Juni Rp916 Ribu
Indeks Dolar AS (DXY) turun 0,5% menjadi 96,60, membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang non-Amerika.
Kenaikan emas terjadi meski ada penguatan ekuitas, didorong oleh data ekonomi yang positif dan setelah Presiden Donald Trump mencuit pakta perdagangan AS-China "sepenuhnya berlanjut".
Adapun nilai berbagai logam lainnya: palladium sedikit berubah menjadi 1.938,46 dolar AS per ounce, platinum naik 0,8% menjadi 828,73 dolar AS per ounce dan perak menguat 0,6% menjadi 17,93 dolar AS per ounce.