Bisnis

Merintis dari Operator Warnet, Kisah Sukses Raja IT Indonesia yang Hampir Drop Out Kuliah

Oleh: Admin Jumat 05 Jun 2020, 15:57 WIB
Basuki Surodjo alias Cobaz (media Hipmi)

TEBET, AYOJAKARTA.COM -- Basuki Surodjo merupakan salah satu pengusaha IT tersukses di Indonesia. Saat ini dia memiliki beberapa unit usaha seperti Ayooklik.com yang bergerak di bidang e-catalogue Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Cobas Store yaitu toko perkakas online, sampai ke bisnis makanan dan minuman dengan nama Ayoo Kopi, Ayoo Snack, dan Ayoo Jamu.

CEO Airmas Group yang akrab dipanggil Cobaz tersebut mengawali bisnisnya dengan membuka warung internet (warnet) bermodalkan 12 komputer. Karena saat itu warnet masih sangat jarang di Indonesia, bisnisnya menjadi populer dan berkembang pesat. Enam bulan kemudian Basuki menambah hingga 40 komputer. Setelah itu bertambah lagi menjadi 80 komputer, sampai akhirnya terdapat 100 komputer, sehingga menjadikan Barracks sebagai warnet terbesar se-Indonesia.

"Dulu Barracks merupakan warnet ketiga yang ada di Indonesia. Kami membuka cabang di Ketapang, Sunter, dan Surabaya. Karena game Counter-Strike dan Ragnarok, kemudian Barracks menjadi salah satu warnet yang ngetop. Terlebih lagi tidak pernah terpikir sekalipun dalam kehidupan saya, seorang anak kuliahan bisa mendapatkan omset sebulan bersih 100 juta," ujar Basuki di Jakarta, Jumat (5/6/2020).

Bisnisnya terus berkembang setelah tahun 2004, warnet Barracks menjadi salah satu tim yang mengikuti kompetisi Counter-Strike di San Francisco dengan nama Barracks (BRK). Salah satu anggota timnya kala itu penyanyi Sammy Simorangkir. 

Di tahun yang sama, Barracks juga mengirimkan delegasi untuk mengikuti kompetisi game Ragnarok di Korea Selatan dengan nama tim United Force.

"Waktu itu ketika zaman game Mafia Wars, kita juga menjadi salah satu clan terkuat di dunia dengan nama Garuda. Suatu usaha yang berangkat dari passion atau hobi pasti kita akan semangat menjalaninya. Tapi karena buka usaha, kuliah jadi terbengkalai. Masuk Universitas Trisakti tahun 1996 dan seharusnya lulus tahun 2000, tapi tertunda sampai baru lulus tahun 2005," ulasnya. 

Usaha warnet Basuki berjalan dari tahun 2001-2009. Berbarengan dengan  warnet, Basuki Surodjo juga membuka usaha refleksi bernama Spirit yang berlokasi saling berdekatan. Dengan dibantu 20-25 terapis, Spirit menjadi salah satu tempat refleksi yang cukup sukses di Sunter, Jakarta Utara. 

Tahun 2008, Basuki memutuskan jual usaha warnet kepada teman yang juga pemain di Barracks.

"Saya juga sempat membuka usaha billiard di lantai 2 warnet, toko retail perkakas, dan secara paralel bekerja di kantor notaris orang tua pada tahun 2007 selama delapan bulan. Tepat setelahnya saya mengalami depresi dan akhirnya saya menghentikan semua usaha," bebernya.

Titik balik kebangkitan Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarat Barat ini ketika merambah usaha alat tulis kantor (ATK), IT, dan mobile pada Februari 2008.

"Karena cukup sering menang tender, perusahaan Hewlett Packard (HP) menawarkan kerjasama untuk menjadi distributor tinta, toner & printer pada November 2009. Saat itu juga lahirlah PT. Air Mas Perkasa atau Airmas Group. Syukur Alhamdulillah ini titik balik saya menjadi pengusaha IT, dan kini setelah 11 tahun berjuang saya bisa menjadi dua besar suplier IT di Indonesia," tuturnya lebih lanjut.

Namun tahun 2011-2012, keputusan berat diambil oleh Basuki. Ia mmelepas usaha ATK dan fokus sepenuhnya pada sektor IT dengan menjadi master dealer perusahaan printer bernama Brother Indonesia. Semuanya dibangun dari nol, dari keuangan, pengiriman barang, pergudangan, belajar dan berjuang secara mandiri.

"Setelah 2016 menjadi partner LKPP, omset melonjak. 2017 masuk ke 2018 mulai melebarkan cabang ke berbagai daerah, membuat sistem online, tim HRD dan Markom yang bagus. Berawal dari tiga orang, kini Airmas Group memiliki lebih dari 700 karyawan. Apabila kegagalan, kita harus terima. Kegagalan menjadi guru terbaik buat kita," tutupnya.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria