JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Selama tidak ada aktifitas perekonomian yang signifikan di dunia, penggunaan bahan bakar akan semakin berkurang dan menyebabkan permintaan minyak di dunia terus menurun. Masyarakat dunia maish fokus melakukan pencegahan Covid-19 yang menyelamatkan nyawa mereka.
Namun, ternyata para perusahaan besar minyak dunia tetap memproduksi, hingga kilang minyak penuh. Alhasil, harga minyak pun terus turun, terutama minyak mentah patokan Amerika Serikat (AS).
AYO BACA : Wabah Corona, Harga Minyak Dunia Terus Padam
Mengutip Reuters, Rabu (29/4/2020), harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni 2020 turun sebesar 44 sen menjadi 12,34 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sedangkan harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni 2020 naik seebsar 47 sen menjadi 20,46 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
AYO BACA : Harga Minyak Dunia Kian Lemah
Harga minyak WTI turun seiring penuhnya kilang penyimpanan minyak mentah di Amerika Serikat.
Menurut laporan yang dirilis Energy Information Administration (EIA), jumlah minyak yang tersimpan di Cushing, Oklahoma, AS telah mencapai 59,7 juta barel pekan lalu, naik 8,7% dari pekan sebelumnya. Kapasitas maksimal penyimpanan minyak di Cushing adalah 76 juta barel.
Di saat bersamaan, permintaan minyak global diperkirakan turun 9,3 juta barel per hari Year-on-Year (YoY) tahun ini akibat lockdown yang terjadi di pelbagai belahan dunia dalam upaya menghambat penyebaran Virus Corona jenis baru.
Dalam upaya mendongkrak harga minyak dunia, OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) dan negara-negara produsen minyak lainnya yang tergabung dalam OPEC+ sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari pada Mei dan Juni 2020.
AYO BACA : Harga BBM Tidak Turun, Pertanda Pemerintah Dikuasai Mafia