Bisnis

Harga Minyak Masih Pengaruhi Anjloknya Wall Street

Oleh: Admin Rabu 22 Apr 2020, 11:39 WIB
ilustrasi Wall Street. shutterstock

NEW YORK, AYOJAKARTA.COM - Anjloknya harga minyak dunia yang mencetak rekor harga terburuk sepanjang sejarah membuat kondisi Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street kembali anjlok. Pada Selasa (21/4/2020), Wall Street masih belum bangkit.

Seperti dilansir Reuters, tiga indeks utama selama sesi Selasa, Dow Jones Industrial Average JJI turun 2,67% menjadi berakhir pada 23.018,88 poin.

AYO BACA : IHSG Masih Betah di Zona Merah

Sedangkan S&P 500 SPX kehilangan 3,0% menjadi 2.736,57, serta Nasdaq Composite IXIC turun 3,48% menjadi 8.223,23.

Pada Selasa kemarin, semua 11 indeks sektor S&P 500 turun 1,6% atau lebih, dengan indeks energi SPNY merosot untuk ketujuh kalinya dalam delapan sesi sehari setelah kontrak WTI CLc1 jatuh di bawah nol.

AYO BACA : Harga Emas Rabu 22 April, Rp 928 Ribu

Dengan runtuhnya kontrak berjangka Juni, investor ekuitas menjadi waspada terhadap kerusakan ekonomi akibat langkah-langkah penutupan yang telah menghentikan aktivitas bisnis dan memicu jutaan PHK.

\"Apa yang Anda lihat adalah menarik kembali aset yang dinilai baik, dan mengambil keuntungan selagi Anda bisa,\" kata Quincy Krosby, ahli strategi pasar di Prudential Financial di Newark, New Jersey.

\"Pertanyaannya adalah apakah ini konsolidasi setelah pasar berlari begitu cepat, atau apakah ini awal dari kemunduran yang lebih penting di pasar secara keseluruhan?\"

Seperti diketahui, klaim pengangguran AS mencapai 22 juta pekerja pada bulan lalu karena perusahaan meluncurkan langkah-langkah penghematan biaya yang dramatis untuk mengatasi kemerosotan bursa saham di AS.

AYO BACA : Harga BBM Tidak Turun, Pertanda Pemerintah Dikuasai Mafia

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati