Bisnis

Setelah Dipecat Terdampak Covid-19, Khoirul Sukses Jualan Mi Ayam Kemasan

Oleh: Admin Senin 20 Apr 2020, 19:37 WIB
Muhamad Khoirul Daru dan istrinya mengemas mi keriting dan sayuran dalam satu wadah untuk dijual ke pembeli. Khoirul berinovasi membuat mie ayam mentah setelah di-PHK dari perusahaannya akibat dampak korona. (Ayosemarang.com/Edi Prayitno)

KENDAL, AYOJAKARTA.COM -- Tidak lagi bekerja karena perusahaannya terdampak virus Covid-19, bukan menjadi alasan untuk terpuruk. Seorang mantan karyawan perusahaan furnitur di Kendal, Jawa Tengah, harus memutar otak dan berinovasi berjualan mi ayam mentah.

Dengan sistem jualan secara online, mantan buruh ini bisa meraup untung Rp500 ribu perhari. Di rumahnya di Gang Cempedak 2 Kelurahan Kebondalem Kota Kendal, Muhamad Khoirul Daru bersama istrinya Supariah mengemas mie mentah, sayuran dan ayam yang sudah dimasak ke dalam wadah plastik dan mika.

Sebelum berjualan, Khoirul karyawan perusahaan yang bergerak di bidang furnitur di wilayah Semarang dan tidak lagi bekerja karena sudah di-PHK. Perusahaannya terpaksa tutup karena dampak virus Covid-19, sehingga seluruh karyawannya di-PHK.

AYO BACA : Banting Stir Jadi Perajin Masker, Pelaku UMKM Ini Raup Untung dari Wabah Corona

Lelaki 27 tahun ini tidak mau terpuruk karena tidak lagi bekerja, bersama istrinya mencoba berinovasi membuat makanan siap saji. Berbekal pengalaman kakaknya yang berjualan mi ayam bakso, Muhamad Khoirul Daru mempunyai ide berjualan mi ayam namun tidak dalam keadaan matang. Menggunakan mie keriting yang dipesan dari kakaknya, ia mengemasnya dengan sayuran, minyak dan ayam yang sudah dibumbui dalam sebuah mika.

“Idenya muncul saat kakak saya berjualan mi ayam, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saya coba berinovasi membuat mi ayam tetapi tidak siap makan. Bahannya mie keriting, sayuran yang matang hanya ayam berbumbu saja,” jelasnya saat ditemui di rumahnya Senin (20/04/2020).

Mi ayam mentah ini kemudian dipasarkan melalui media sosial, karena ia tidak memiliki tempat untuk berjualan. Mengandalkan pesanan melalui media sosial, mi ayam yang sudah dikemas ini diantar ke pemesannya setiap hari.

AYO BACA : Imbas Corona, Omzet Usaha Sepatu di Cibaduyut Turun 100%

“Saya pasarkan melalui Facebook, grup WhatsApp dan alhamdulillah peminatnya banyak. Saya biasanya mengantarkan ke pemesan yang tidak jauh dari rumah saja,” imbuhnya.

Satu bungkus mi ayam mentah dalam kemasan yang tinggal direbus ini dijual dengan harga Rp5.000 dan mi ayam inovasinya kuat disimpan dua hari di dalam lemari es.

Dalam sehari ia mendapat pesanan 100 bungkus dan bisa mencukupi kebutuhan sehari-harinya. Khoirul mengaku, di saat pandemi Covid-19 banyak orang yang tidak keluar rumah sehingga kondisi ini dimanfaatkan dengan berjualan makanan siap antar ke pembelinya.  “Kan sekarang banyak yang tidak keluar rumah takut corona, makanya saya berjualan lewat medsos dan siap antar,” pungkasnya.

Usaha Khoirul ini bisa saja menjadi inspirasi bagi masyarakat usia produktif yang terpaksa diberhentikan dari pekerjaan karena dampak pandemi Covid-19. (Edi Prayitno)
 

AYO BACA : Jelang Ramadan, Penjualan Peci Legendaris M Iming Anjlok

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono