JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk memotong gaji para pegawainya dari level direksi sampai ke staf.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk., Irfan Setiaputra, membenarkan kebijakan potong gaji pegawai berkaitan pandemi virus corona. Perusahaannya harus menjaga kelangsungan bisnis perusahaan di tengah lesunya industri penerbangan.
"Pemotongan gaji dilakukan secara proporsional mulai dari level direksi hingga staf mulai dari 10 persen untuk level staf hingga 50 persen untuk direksi," ujar Irfan, Jumat (17/4/2020).
Terkait kebijakan tersebut, Irfan memastikan pemotongan gaji dilakukan dengan status penundaan. Artinya, Garuda Indonesia akan mengembalikan akumulasi pemangkasan saat kondisi memungkinkan.
Soal tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 2020, manajemen Garuda memastikan tetap membayar sesuai pemotongan yang ditetapkan.
Pemotongan gaji itu tertuang dalam surat edaran bernomor SE JKTDZ/SE/70010/2020 tentang Ketentuan Pembayaran Take Home Pay Terkait Kondisi Pandemi COVID-19.
Berdasarkan dokumen surat yang diterima Tempo, manajemen melakukan pemotongan dengan jumlah yang bervariasi untuk masing-masing level jabatan mulai bulan ini hingga Juni.
Untuk direksi dan komisaris, Garuda memotong gaji hingga 50 persen. Sedangkan di level vice president, captain, dan first office hingga flight senior manager, pemotongan dilakukan sebesar 30 persen. Kemudian, gaji senior manager terpotong 25 persen; flight attendant, expert dan managersebesar 20 persen. Adapun gaji duty manager dan supervisor dipangkas sebesar 15 persen. Sedangkan di level staf dan siswa, perseroan memangkas gaji sebesar 10 persen.
Irfan menjelaskan, kebijakan potong gaji ini merupakan opsi terbaik untuk mempertahankan bisnis. Ia sendiri optimis Garuda bisa bertahan di tengah krisis multidimensi ini dan akan kembali dengan pelayanan optimal di masa depan.
"Kami percaya dapat dan akan terus bertahan melewati masa yang kurang menguntungkan bagi industri penerbangan sehingga kembali siap dan mampu untuk kembali menjalankan layanan operasional secara optimal ke depannya," ujar Irfan.