Bisnis

Penjualan Menurun Drastis, Pengusaha Simping Terpaksa Rumahkan Karyawan

Oleh: Admin Rabu 15 Apr 2020, 20:50 WIB
Simping yang diproduksi oleh Rina Mardiana terpajang di etalase penjualan. (Ayopurwakarta.com/Dede Nurhasanudin)

PURWAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Wabah virus corona yang telah masuk ke sejumlah daerah di Indonesia menjadi pukulan berat bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM). Tak terkecuali di Kabupaten Purwakarta.

Seperti yang dirasakan Rina Mardiana salah satu pemilik industri rumahan simping berlokasi di jalan Doktor Mr Kusumatmaja, Kelurahan Cipaisan, Kecamatan Purwakarta.

Ia mengaku terpaksa berhentikan sementara aktivitas produksi simping sejak tiga pekan terakhir, karena daya beli masyarakat menurun.

AYO BACA : Sepi Pesanan, Pengusaha Konfeksi Banting Setir Produksi APD

"Sejak kemunculan wabah virus corona, penjualan simping setiap harinya menurun drastis," ungkap dia, Rabu (15/4/2020).

Ia bercerita, biasanya dalam sehari tidak kurang dari 500 bungkus simping habis terjual, namun saat ini menghabiskan 30 bungkus saja membutuhkan waktu lama.

Hal itu terjadi karena para pelanggan memberhentikan sementara permintaan oleh-oleh khas Purwakarta ini.

AYO BACA : Dapat Relaksasi Kredit di Situasi Sulit, Pelaku UMKM Merasa Terbantu

Bahkan, jumlah konsumen datang ke toko miliknya juga menurun jika dibandingkan sebelumnya.

"Kalau hari libur banyak warga yang hendak ke luar kota membeli simping di sini, atau wisatawan datang ke Purwakarta membeli simping sebagai oleh-oleh. Tapi sekarang tidak ada, bahkan toko langganan saya di luar kota juga minta gak dikirim dulu," kata perempuan akrab disapa Teh Ina itu.

Atas kondisi ini, dengan berat hati dia memutuskan untuk sementara waktu merumahkan seluruh karyawannya yang berjumlah 18 orang, untuk menghindari kerugian.

"Yah mau gimana lagi kondisinya seperti ini, untuk menghabiskan stok yang masih ada saja saya terpaksa menurunkan harga dari sebelumnya Rp10.000 menjadi Rp9.000 perbungkus," ujarnya.

Meski begitu, ia mengaku akan kembali produksi simping pada Ramadan atau dua pekan menjelang Lebaran.

"Laku gak laku gimana nanti saja, mudah-mudahan kondisi seperti ini segera berakhir," harap Ina. (Dede Nurhasanudin)

AYO BACA : Berkah Covid-19, Masker Buatan PKBM Batang Terjual Ratusan Kodi Sehari

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono