Bisnis

IHSG Lemah Tak Berdaya

Oleh: Admin Senin 13 Apr 2020, 10:22 WIB
Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto: Suara.com

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sangat berpengaruh terhadap kondisi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada awal pekan ini (13/4/2020), IHSG dibuka lemah tak berdaya.

Mengutip data perdagangan RTI IHSG dibuka turun tipis 0,09% atau menguat 4 poin ke level 4.644.

Membuka perdagangan saham, IHSG awalnya dibuka merah, sebelum sempat berbalik hijau ke level 4.653. Tak berapa lama kemudian IHSG kembali turun.

Tepat pukul 09.00 lewat 24 menit IHSG sudah ambles 24 poin atau 0,53% menuju 4.624.

AYO BACA : Ini Resep Korut Kendalikan Covid-19

Melemahnya IHSG ini juga diikuti amblesnya indeks LQ45 yang naik 5 poin atau turun 0,8% ke level 694.

Mengawali pembukaan perdagangan terdapat 120 saham menguat, 160 saham melemah, dan 131 saham stagnan.

Pada level tersebut transaksi perdagangan mencapai 1,5 miliar lembar saham dengan nilai mencapai Rp 1,4 triliun dengan 94 ribu kali frekuensi.

Analis Binaartha Sekuritas, Muhammad Nafan Aji Gusta Utama melihat, berdasarkan indikator MACD telah membentuk pola golden cross di area negatif. Sementara itu, Stochastic dan RSI berada di area netral.

AYO BACA : Menekan Penyebaran Corona, Korsel Berlakukan Aturan Ketat

Di sisi lain, terlihat pola bullish pin bar yang mengindikasikan adanya penguatan lanjutan pada pergerakan IHSG sehingga berpeluang menuju ke area resistance.

"Berdasarkan rasio fibonacci, support pertama maupun kedua memiliki range pada level 4.529 and 4.397. Sementara itu, resistance pertama maupun kedua memiliki range pada 4.697 hingga 4.883," ujar Nafan dalam riset hariannya, Senin (13/4/2020).

Sementara, analis Indosurya Bersinar Sekuritas, William Surya Wijaya mengamati, pergerakan IHSG hingga saat ini masih bergerak dalam rentang yang cukup terbatas namun dibayangi oleh gelombang tekanan yang terlihat belum akan berakhir.

Sentimen dari pergerakan nilai tukar Rupiah serta fluktuasi harga komoditas akan turut mewarnai pergerakan IHSG.

"Tapi, momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek dengan kategori trading harian," kata William.

AYO BACA : Bangladesh Perpanjang Lockdown 11 Hari

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati