Bisnis

Semua Pihak Harus Bersatu Hadapi Pandemi Corona dan Resesi Ekonomi

Oleh: Admin Rabu 08 Apr 2020, 07:45 WIB
Ketua MPR, Bambang Soesatyo bersama Kepala BNPB, Doni Monardo (dok Ketua MPR)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan semua pihak bahwa pandemi corona barulah awal krisis. Sebab, setelahnya akan berlanjut dengan resesi ekonomi. Dua bencana ini tak terelakan dan mau tak mau harus dihadapi. 

"Jumat (27/3/2020) pekan lalu, IMF menegaskan bahwa perekonomian global sudah memasuki tahap resesi. Sebab, seperti halnya di Indonesia, hampir semua negara menghentikan sebagian aktivitas perekonomian," ujar Bamsoet di Jakarta, Rabu (8/4/2020).

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia ini memaparkan, dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (6/4) lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani juga mengemukakan, skenario terburuk perekonomian nasional akibat wabah corona. Di mana perekonomian nasional hanya bisa tumbuh 2,3 persen dari prediksi awal tahun 2020 yang 5 persen. Baik itu investasi maupun ekspor tumbuh negatif. 

"Kalau selama ini hanya pemerintah yang menyuarakan kecemasan pada resesi ekonomi, kini semua dipanggil untuk peduli. Indonesia harus menemukan jalan keluar yang bisa meminimalisir ekses resesi ekonomi," tegas Bamsoet.

Karenanya, ia mendorong pemerintah dan semua kekuatan sektor swasta bersinergi mewaspadai resesi ekonomi sambil tetap berfokus pada kerja merespons dampak wabah virus corona. Kepedulian dan respons bersama pada resesi ekonomi pun harus dimulai. 

"Bencana beruntun ini akan bisa dilalui jika semua elemen masyarakat Indonesia lebih mengedepankan kehendak baik menjaga kondusivitas. Sebab, kondusivitas menjadi kata kunci yang memampukan bangsa ini mengelola rangkaian masalah akibat wabah virus corona dan resesi ekonomi," tambah Bamsoet.

Mantan Ketua DPR ini menilai pemerintah sudah cukup tanggap dalam menghadapi resesi. Pemerintah telah berencana menerbitkan obligasi khusus, yang hasilnya akan disalurkan untuk membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar tetap mampu bertahan dan menciptakan lapangan kerja. 

Jumlah UMKM mencapai 62,9 juta unit usaha dan mampu menyerap lebih dari 100 juta tenaga kerja.

"Selain itu, Presiden Joko Wiodo berjanji menyelenggarakan program padat karya tunai untuk memberi penghasilan sementara bagi pekerja harian yang kehilangan pendapatan akibat pandemi COVID-19. Akan ada beragam program padat karya, termasuk memproduksi masker, disinfektan, dan berbagai keperluan untuk menangani wabah COVID-19," urai Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, jika pemerintah telah berinisiatif, sektor swasta pun diharapkan kreatif dan berani berinisiatif pula. Kadin dan semua asosiasi pengusaha diharapkan segera merumuskan proposal tentang strategi menghadapi resesi ekonomi di sektor bisnisnya masing-masing. 

"Misalnya, pemerintah tentu ingin tahu jalan keluar apa yang ada di benak para pemilik hotel dan pengelola obyek wisata untuk memulihkan sektor pariwisata. Butuh kebersamaan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk bisa mengatasi pandemi Corona dan resesi ekonomi tersebut," pungkas Bamsoet. 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria