Bisnis

Rupiah Diprediksi Masih Loyo

Oleh: Admin Kamis 02 Apr 2020, 09:00 WIB
ilustrasi. shutterstock

AYO BACA : Kasus Senpi Ilegal, Putra Ayu Azhari Jadi Tahanan Kota

AYO BACA : Terjun Bebas, Saham Wall Street Anjlok 4% Lebih

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, memprediksi pergerakan rupiah pada Kamis (2/4/2020) hari ini berbalik melemah sedikit terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Ia memprediksi rupiah masih loyo di kisaran Rp 16.300 - Rp 16.575.
 
Menurut pengamatannya, harga aset berisiko terlihat masih negatif pagi. Itu terjadi karena terdampak pandemi virus corona. Apalagi, Kasus positif Covid-19 di AS sudah menyentuh angka 200 ribu. Peningkatan juga terjadi di Italia, Inggris, termasuk Indonesia.
 
Bila ini terus berlanjut, pasar mengkhawatirkan kondisi ekonomi bakal terus tertekan seperti data-data ekonomi yang baru saja dirilis.
 
Selain itu, pasar masih nyaman untuk keluar dari aset berisiko karena peningkatan penyebaran wabah covid-19.
 
Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun terlihat kembali melemah ke kisaran 0,57% mendekati level terendah sepanjang masa yang terjadi tanggal 9 Maret 2020 di 0,36%.
 
Ini bisa mengindikasikan permintaan terhadap obligasi tinggi sehingga harga naik dan tingkat imbal hasilnya turun.
 
Berdasarkan data Bloomberg pergerakan rupiah pada Rabu kemarin (1/4/2020) berada di level Rp 16.450 per dolar. Level itu melemah dibanding pergerakan Selasa sebelumnya di level Rp 16.310 per dolar AS.
 
Sementara, Berdasarkan kurs tengah Bank Indonesia, rupiah pada Rabu kemarin berada di level Rp 16.413 per dolar AS. Posisi itu melemah dibandingkan pada Selasa sebelumnya yang di level Rp 16.367 per dolar AS.

AYO BACA : Pembebasan Tagihan dan Diskon Listrik Bertahap Mulai Hari Ini

Reporter Admin
Editor Fitria Rahmawati