Bisnis

Krisis Virus Corona, Buruh Minta Tarif BBM dan TDL Diturunkan

Oleh: Admin Jumat 27 Mar 2020, 07:47 WIB
Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz (dok FSPMI)

 

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Di masa-masa sulit akibat serangan wabah virus corona, pemerintah harus menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL).

Hal ini ditegaskan Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Riden Hatam Aziz. Menurutnya, tuntutan agar pemerintah menurunkan harga BBM dan TDL sangat realistis. Apalagi harga minyak dunia turun cukup drastis.

Sebagai catatan, harga minyak dunia jenis West Texas Intermediate (WTI) kontrak pengiriman Mei 2020 di New York Mercantile Exchange pada Senin (23/3/2020) pukul 18.45 WIB berada di level 22,14 dollar amerika per barel atau turun 63,74 persen (ytd).

“Dengan turunnya harga BBM, kita harapkan daya beli masyarakat akan terjaga. Apalagi saat ini kita sedang menghadapi masa sulit, terkait dengan pandemi corona,” tutur Riden Hatam Azis di Jakarta, Kamis (26/03/2020).

Menurut dia, turunnya harga BBM juga akan berpengaruh pada kebutuhan bahan pokok. Karena akan mengurangi atau memangkas biaya distribusi.

Selain BBM, Riden juga meminta agar tarif dasar listrik (TDL) diturunkan. Alasannya, pemerintah sudah menurunkan harga gas industri dari 8 ke 6 dolar AS per mmbtu. Turunnya harga gas bumi otomatis memangkas biaya pokok produksi PLN. Sehingga wajar jika tarif dasar listrik diturunkan.

“Pemerintah harus fair. Ketika harga minyak dunia dan gas naik, BBM dan TDL dinaikkan. Ketika turun, maka harga BBM dan TDL harus segera diturunkan,” tegas Riden yang juga menduduki posisi di Majelis Nasional Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI).

Reporter Admin
Editor Widya Victoria