JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, mengungkapkan nilai tukar rupiah mulai menguat. Meski pun, nilainya kini tembus Rp 16.328 per 1 dolar AS. Sebelumnya pada Selasa (25/3/2020) nilai tukar rupiah terhadap dolar mencapai Rp 16.486.
AYO BACA : Positif Covid-19 Indonesia 893, DKI Jakarta Terbanyak
"Mekanisme berjalan baik, bid dan over nya membentuk nilai tukar yang baik," ujar Perry lewat Video Conference, di Jakarta, Kamis (26/3/2020).
AYO BACA : Pekerja Terinfeksi Covid-19, Amazon Tutup Sementara Delapan Gudang
Perry melanjutkan, bukan hanya rupiah saja yang mekanisme pasarnya membaik. Di pasar saham juga, mekanisme pasar juga telah menunjukkan pergerakan positif.
"Hari ini banyak saham-saham sudah berwarna hijau atau perbaikan," jelas dia.
Perry menambahkan, melemahnya rupiah sebelumnya akibat kepanikan para investor. Para investor global, melepas semua aset risikonya akibat wabah virus corona.
"Dalam kondisi panik, di pasar manapun ada pembeli yang nubruk-nubruk. Dengan ini memberikan kuotasi harga di berbagai pihak. Di pasar valas terjadi kepanikan global. Investor global ingin keluar secara bersama. Mereka ingin beli dolar. Mereka terapkan di broker maupun bank," pungkas dia.
AYO BACA : Pandemi Covid-19, Apple Tunda Launching iPhone 12