Bisnis

Lion Air Masih Layani Penerbangan ke Arab Saudi

Oleh: Admin Kamis 27 Feb 2020, 14:55 WIB
Pesawat maskapai Lion Air

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM - Maskapai Lion Air masih membuka layanan penerbangan umrah meski sudah ada larangan dari pemerintah Arab Saudi buntut wabah virus corona.

Pemerintah Arab Saudi pada hari ini (Kamis, 27/2/2020), mengumumkan penangguhan sementara izin visa untuk tujuan umrah dan mengunjungi Masjid Nabawi. Tak hanya visa umrah, Arab Saudi juga telah menangguhkan visa turis yang datang dari negara-negara dengan kasus virus corona.

"Sehubungan dengan perkembangan informasi mengenai perjalanan ibadah umrah dampak virus korona, Lion Air hingga Kamis 27 Februari 2020 masih mengoperasikan layanan penerbangan umrah atau belum mengalami pembatalan," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro melalui keterangan resminya, siang ini.

Meski begitu, Danang memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan Arab Saudi terkait status pembatasan tersebut. 

"Lion Air dalam menjalankan operasional sesuai dengan standar operasional prosedur yang memenuhi kualifikasi aspek keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan (safety first)," jelas Danang.

Pihaknya juga akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut kepada para jamaah umrah Indonesia. 

"Kami mengoperasikan rata-rata 4-5 kali penerbangan umroh per hari dari Indonesia," katanya.

Berikut rute penerbangan umrah Maskapai Lion Air per hari ini dari Indonesia, dengan kota asal melalui bandar udara:

1. Banda Aceh - Bandar Udara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh (BTJ).

2. Medan - Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO).

3. Pekanbaru - Bandar Udara Internasional Sultan Syarif Kasim II, Riau (PKU).

4. Batam - Bandar Udara Internasional Hang Nadim, Batu Besar, Kepulauan Riau (BTH).

5. Palembang - Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II, Talang Betutu, Sukarami, Sumatera Selatan (PLM).

6. Jakarta - Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten (CGK).

7. Solo - Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo, Jawa Tengah (SOC).

8. Surabaya - Bandar Udara Internasional Juanda di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB).

9. Banjarmasin - Bandar Udara Internasional Syamsuddin Noor di Banjarbaru, Kalimantan Selatan (BDJ).

10. Balikpapan - Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan, Kalimantan Timur (BPN).

11. Makassar - Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin di Maros, Sulawesi Selatan (UPG).

12. Mataram - Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Lombok Praya, Nusa Tenggara Barat (LOP).

Reporter Admin
Editor Widya Victoria