Bisnis

Toyota Mulai Khawatir Dampak COVID-19

Oleh: Admin Kamis 27 Feb 2020, 13:33 WIB
Ilustrasi virus corona (coronavirus) Covid-19 [Shutterstock].

AYOJAKARTA.COM – Belum mereda wabah virus korona (COVID-19), membuat khawatir Toyota Motor Corporation karena akan berpengaruh terhadap pasokan suku cadang di Jepang. Terlebih, wabah global ini belum mampu ditangani sepenuhnya, dan penyebarannya begitu cepat.

AYO BACA : COVID-19 Mulai Menyebar ke Afrika, Data Terbaru 2.800 Jiwa Meninggal

"Kami menerima suku cadang dari Tiongkok seperti biasa untuk saat ini, tetapi kami akan menilai situasinya setelah 2 Maret," demikian papar juru bicara Toyota kepada Reuters, Rabu (26/2/2020).

AYO BACA : Cegah Virus Korona, Arab Saudi Hentikan Sementara Pelaksanaan Umrah

Pabrik mungkin akan terpengaruh karena gangguan pasokan potensial dari Tiongkok. Pasalnya, beberapa pabrik komponen yang berada di episentrum wabah virus tetap tidak bisa memproduksi dan mengangkut barang. Adapun beberapa manufaktur masih belum beroperasi karena berkait keputusan pemerintah setempat.

Seperti diketahui, Jepang adalah lokasi pabrik produksi utama bagi Toyota. Tercatat, setengah dari 10,7 juta unit mobil Negeri Matahari Terbit yang dijual secara global pada 2019 dibuat di Jepang.

Saat ini, perusahaan mengoperasikan sebanyak 16 lokasi pabrik perakitan kendaraan dan pembuatan komponen di Jepang. Sejauh ini, belum ada keputusan resmi dari perusahaan untuk melanjutkan operasi di pabrik domestiknya setelah menjaga produksi tetap berjalan hingga 2 Maret 2020.

Toyota juga mengatakan akan menghentikan sementara perjalanan dinas karyawan untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19 yang lebih luas.

AYO BACA : Terkait COVID-19, Warga Tanda Tangan Petisi Permakzulan Presiden Korea Selatan

Reporter Admin
Editor Budi Cahyono