AYOJAKARTA.COM – Ingin terlihat selalu mengilap, pemilik mobil akan menyemir ban mobil setiap hari. Hal ini biasanya lazim dilakukan sehabis mencuci mobil.
AYO BACA : Berpotensi Korsleting, Kia Recall Ribuan Unit Sedona dan Sorento
Namun perlu Anda catat, penggunaan semir ban rupanya cukup berisiko jika dilakukan secara rutin atau setiap hari. Menurt penjelasan Manager Training PT Sumi Rubber Indonesia (Dunlop) Bambang Hermanuhadi, penggunaan semir ban bisa berdampak pecahnya bagian dinding ban.
AYO BACA : Kemenhub Komit Gunakan Mobil Listrik untuk Kendaraan Operasional
"Semir ban itu kan ada dua, yang water base dan silicon base. Sebaiknya pilih yang water base, karena tidak berisiko. Sebenarnya ban dicuci dan dibersihkan dengan air sabun saja sudah cukup," ujar Bambang Hermanuhadi, di Cikarang, Jawa Barat.
Ia menjelaskan, semir ban yang mengandung silicon memiliki unsur kimia yang berisiko merusak komponen dalam ban. Jika hal ini dilakukan secara terus-menerus, membuat kondisi ban menjadi tidak maksimal.
"Silicon base secara kimiawi akan berinteraksi dengan kompon, menarik kandungan di dalam kompon ban. Komponen itu yang mencegah dinding ban retak-retak. Jadi, kalau mau semir sekali-sekali saja, tidak setiap hari," sarannya.
Sebagai pengganti semir ban, lebih baik disikat saja menggunakan sabun colek. Meski hasilnya tak sebagus semir, namun setidaknya usia pakai ban menjadi lebih lama.
AYO BACA : Keren, Prototipe VW Listrik Diperkenalkan Tahun 1972