Bisnis

Dompet Dhuafa Ajak Milenial Berwirausaha

Oleh: Admin Kamis 13 Feb 2020, 14:51 WIB
Chief Communication Officer (CCO) Dompet Dhuafa, Guntur Subagjadalam seminar Entrepreneurship 1.0 di Kampus Universitas Pertamina, Jakarta, Rabu (12/2/2020) (Dompet Dhuafa)

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Indonesia membutuhkan banyak wirausahawan muda untuk menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini, rasio wirausahawan Indonesia dibandingkan dengan populasi penduduk masih rendah. 

"Rasio jumlah penguhaha Indonesia baru 3,1 persen, lebih rendah dari Singapura, Malaysia, Thailand bahkan Vietnam," ungkap Chief Communication Officer (CCO) Dompet Dhuafa, Guntur Subagjadalam seminar Entrepreneurship 1.0 di Kampus Universitas Pertamina, Jakarta, Rabu (12/2/2020).

Bukan hanya rasio wirausaha saja yang rendah, tapi juga minim individu berketerampilan sangat tinggi, Indonesia hanya 0,5 persen. Sementara Korea Selatan individu berketerampilan tinggi melebihi 18 persen.  

"Ini merupakan tantangan bagi perguruan tinggi untuk melahirkan sumber daya manusia yang unggul, yang memiliki kompetensi untuk bekerja dan membentuk jiwa entrepreneurship," papar Guntur yang juga merupakan wirausahawan sosial.

Dalam seminar yang diikuti sekitar 100 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Pertamina ini, Guntur mengajak para mahasiswa menumbuhkan jiwa kewirausahaan. 

"Mulai dengan melihat peluang usaha dan mencoba berkolaborasi memulai usaha sejak mahasiswa," imbaunya.

"Selama memiliki konsep bisnis yang bagus, potensi pasar yang bagus, dan investasi yang rasional, banyak mitra perorangan atau lembaga yang bisa diajak bekerjasama," tambahnya. 

Guntur mencontohkan yang dilakukan Dompet Dhuafa mengembangkan peternakan domba atau kambing. 

"Dengan konsep bisnis sentra ternak para kelompok ternak bisa efisien dan menguntungkan. Sehingga kami bisa dengan mudah menjaring investor Rp 2 miliar per kelompok ternak untuk pengembangan 2.000 kambing per sentra," paparnya. 

Rencananya Dompet Dhuafa akan mengembangkan 25 sentra ternak dengan nilai investasi sekitar Rp 50 Miliar. 

Hal serupa juga akan dikembangkan untuk usaha sosial Dompet Dhuafa lainnya. 

"Kami dorong social enterprise memberikan dampak luas bagi masyarakat," jelasnya. 

Reporter Admin
Editor Widya Victoria