Bisnis

Wabah Virus Korona, Perusahaan Otomotif Satu Ini Paling Terdampak

Oleh: Admin Kamis 06 Feb 2020, 16:25 WIB
Ilustrasi Komponen

JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Wabah virus korona tidak hanya berdampak negatif pada sektor kesehatan masyarakat saja, namun merembet hingga ke bidang otomotif. Khususnya soal menurunnya daya serap pasar serta terputusnya rantai pasokan komponen. Dikutip dari Autonews, berdasar survei oleh Standard & Poors, Volkswagen Group adalah perusahaan otomotif paling terdampak wabah virus korona.

Disebutkan, perusahaan itu memproduksi dan menjual hampir 40 persen mobil di Tiongkok, dan meskipun pabrik utamanya berada di luar Provinsi Hubei --sumber virus berasal, tepatnya dari Kota Wuhan--kemungkinan pabriknya akan ditutup dalam jangka waktu lama.

Risiko kerugian diperkirakan mencapai 3,3 miliar dolar Amerika Serikat (AS) dalam bentuk dividen yang dibayarkan oleh perusahaan patungan Volkswagen Tiongkok kepada perusahaan induk di Jerman, demikian dianalisa oleh Standard & Poor yang dikomandoi Vittoria Ferraris.

AYO BACA : Honda Civic Hatchbak Tampil Seksi dan Sporty

Kemudian ranking perusahaan otomotif terdampak virus korona berikutnya adalah Nissan, karena berisiko terpapar virus, sementara kinerja pabrik dalam hal produksi tidaklah banyak. Kondisi ini disusul Honda, dengan basis pabrik di Kota Wuhan untuk tujuan pasar Tiongkok. Produksinya mencapai 30 persen dari keseluruhan produk buatan Honda global.

Adapun rantai pasokan komponen otomotif juga rawan terputus, seperti disebutkan oleh Robert Bosch, pemilik perusahaan pemasok komponen global terbesar di dunia.

"Sampai saat ini kami masih terus menunggu kondisi membaik sehingga bisa meneruskan produksi," ungkap Robert Bosch sebagaimana dikutip dari Autonews.

AYO BACA : Mitsubishi Buka Peluang Datangkan Mobil Listrik

Adapun Valeo, pemasok komponen asal Prancis menyatakan akan memperpanjang penutupan pabriknya yang berada di tiga lokasi di Wuhan, setidaknya hingga 13 Februari 2020. Total pegawainya di kota sumber virus korona itu mencapai 1.900 orang.

Sementara produsen rem premium Italia, Brembo, seperti dipaparkan oleh pimpinannya, Alberto Bombassei, mereka tengah menutup pabriknya berlokasi di Nanjing, Tiongkok. Diharapkan pada 10 Februari 2020 sudah dibuka kembali.

Kondisi terkini, Hyundai menangguhkan produksinya di Korea Selatan karena kekurangan suku cadang kawat harness yang diproduksi oleh pemasok di Tiongkok.

Lalu Tesla juga menyatakan bahwa mereka menutup sementara pabriknya di Shanghai, Tiongkok terkait wabah virus korona. Padahal mereka tengah ngebut menyelesaikan pemesanan sedan Tesla Model 3. Dikhawatirkan, kondisi ini memberikan dampak terhadap profitabilitas kuartal Maret 2020.

AYO BACA : Disrupsi Teknologi Tidak Mungkin Dihindari, Operator Telekomunikasi Wajib Bertransformasi

TAGS:
Reporter Admin
Editor Budi Cahyono