Bisnis

Iran-AS Memanas, Menteri ESDM Minta Masyarakat Irit BBM

Oleh: Admin Kamis 09 Jan 2020, 12:45 WIB
Menteri ESDM, Arifin Tasrif

JAKARTA PUSAT, AYOJAKARTA.COM -- Harga minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret 2020 merosot 2,83 dolar AS menjadi 65,44 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange di tengah ketegangan yang terjadi antara Iran dengan Amerika Serikat (AS).

Menanggapi hal tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berharap tak ada kabar buruk lagi yang bisa menaikan harga minyak mentah dunia.

Sebab menurutnya, kenaikan harga minyak berimbas luas ke semua sektor. Salah satunya, bakal membuat tekor neraca perdagangan.

"Hari ini sudah reda lagi, brent sudah turun lagi mudah-mudahan enggak ada eskalasi. Kalau harga minyak naik itu risiko nanti ke neraca pembayaran kita," ujarnya di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Kamis (9/1/2020).

Kendati begitu, Arifin mengaku telah memiliki langkah antisipasi jika hal buruk terjadi ketika harga minyak mentah dunia kembali naik. Di antaranya, ia meminta semua pihak untuk bisa irit dalam pemakaian bahan bakar minyak (BBM).

"Kita minta semua masyarakat untuk bisa mendukung pemerintah, meningkatkan efisiensi kegiatan masing-masing, supaya pemakaian bisa dioptimalkan agar demand tidak berlebihan. Penyimpangan-penyimpangan itu juga harus bisa dihilangkan," pungkas dia.

Reporter Admin
Editor Widya Victoria