JAKARTA TIMUR, AYOJAKARTA.COM -- Sebagai bentuk dukungan terhadap Food Station Tjipinang, Bank DKI membagikan Kartu Pedagang kepada pedagang beras Cipinang.
Kartu Pedagang untuk Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang yang diluncurkan juga dapat digunakan sebagai identitas, ATM Bank DKI dan JakCard Bank DKI.
"Kartu itu juga dapat berfungsi sebagai alat pembayaran retribusi pedagang," kata Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa, Kamis (21/11/2019).
Dikatakan Zainuddin, Kartu Pedagang memiliki fungsi JakCard yang juga dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran untuk berbagai transaksi di merchant-merchant yang telah bekerjasama dengan Bank DKI.
"Saat ini, JakCard dapat dimanfaatkan untuk pembayaran tiket Transjakarta, MRT dan transaksi pembayaran tiket kereta Bandara/Railink. Selain itu, JakCard juga bisa digunakan untuk melakukan transaksi pembayaran di Jakarta kawasan wisata publik seperti Monumen Nasional, Taman Margasatwa Ragunan, dan Museum Seni & Keramik," kata dia.
Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Bank DKI, Herry Djufraini menuturkan dengan adanya kartu Pedagang ini, para pedagang di PIBC lebih mudah saat ingin mengajukan kredit kepada Bank DKI karena portofolio keuangan dari usaha yang dijalani sudah terekam dalam aktivitas rekening para pedagang.
AYO BACA : Penyaluran Kredit UMKM Bank DKI Naik 25,2 Persen
"Pedagang-pedagang yang miliki kios, dan rekening tabungan di Bank DKI akan dijadikan sebagai parameter untuk pemberian kredit," katanya.
Adapun Direktur Utama Food Station Tjipinang Jaya, menyambut baik diterbitkannya Kartu Pedagang PIBC yang disebutnya dengan adanya kartu ini, banyak manfaat yang bisa didapatkan oleh para pedagang.
"Yaitu teregister dan terkoneksi dalam server Food Station Tjipinang Jaya," katanya.
Dengan adanya Kartu Pedagang untuk pedagang Pasar Induk Beras Cipinang ini, tambah Herry, melengkapi layanan Bank DKI yang telah menempatkan Kantor Layanan di Pasar Induk Beras Cipinang dengan kekhususan waktu operasional yang lebih lama.
"Nasabah dapat memanfaatkan berbagai produk dan layanan perbankan sesuai kebutuhan. Layanan perbankan Bank DKI juga tersedia dalam skim Syariah," ujar Herry.
Bank DKI sendiri saat ini siap mendukung pengembangan usaha ataupun kebutuhan modal kerja dengan menawarkan produk Kredit Monas 25, 75 dan 500 dengan platfon dari Rp 5 juta hingga Rp 500 juta yang dapat dimanfaatkan sebagai akses tambahan modal bagi usaha.
Bank DKI terus meningkatkan penyaluran kredit kepada sektor UMKM di pasar-pasar di DKI Jakarta. Per September 2019, Bank DKI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp 1,4 triliun atau meningkat 25,2 persen dibandingkan periode September 2018 sebesar Rp 1,1 triliun.
AYO BACA : Cegah Aksi Pembobolan, Bank DKI Disarankan Tingkatkan Audit Sistem IT