JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Di tengah melambatnya pertumbuhan kredit dan peningkatan rasio kredit bermasalah di Perbankan Nasional, Bank DKI tetap membukukan penyaluran kredit.
Direktur Utama Bank DKI, Zainuddin Mappa mengatakan pada September 2019, pihaknya berhasil membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 30,9 triliun.
Dikatakan, penyaluran kredit tersebut diimbangi dengan perbaikan kualitas aset yang ditandai dengan membaiknya rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) dari 3,19 persen per September 2018 menjadi 2,65 persen per September 2019.
Membaiknya rasio NPL tersebut, lanjut Zainuddin, didorong dengan upaya perbaikan proses kredit berdasarkan prinsip kehati-hatian.
AYO BACA : Bank DKI Akan Salurkan KUR dengan Bunga 7 Persen Tahun 2020
"Beberapa hal yang dilakukan antara lain dengan menyempurnakan SOP, penataan kewenangan memutus kredit sesuai dengan pemisahan tugas yang jelas dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang perkreditan," ucap Zainuddin dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2019).
Zainuddin mengungkapkan, dalam rangka mendukung program kerja Pemprov DKI Jakarta pihaknya juga mulai menggarap segmen UMKM yang merupakan sektor ekonomi prospektif dan aman.
Selama periode September 2019, Bank DKI telah menyalurkan kredit UMKM sebesar Rp1,4 triliun atau meningkat 25,2 persen dibandingkan September 2018 sebesar Rp 1,1 triliun.
"Pertumbuhan kredit UMKM ditopang oleh tumbuhnya penyaluran kredit mikro dan usaha kecil. Kredit mikro Bank DKI mengalami pertumbuhan sebesar 32,0 persen dari Rp 663 miliar pada September 2018 menjadi Rp 875 miliar per September 2019," pungkasnya.
AYO BACA : Tahun Depan, Tiga Lokasi PKB Ditarget Gunakan Smart Card