JAKARTA, AYOJAKARTA.COM -- Grup perusahaan agribisnis Wilmar menggandeng masyarakat untuk turut serta mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.
Kordinator Regional Sustainability PT Kalimantan Tengah Region Sarimanah mengatakan, upaya kemitraan dengan masyarakat bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam mengantisipasi kabut asap saat musim kemarau.
''Inti dari pencegahan kebakaran adalah membangun kesadaran dan mengajak semua pihak untuk tidak membakar saat musim kemarau. Sebab, hingga saat ini kebakaran masih terjadi akibat adanya pihak yang membakar untuk membuka lahan,'' jelas Sarimanah melalui keterangannya, Senin (7/10/2019).
PT Kalimantan Tengah Region sejak 2017 telah bermitra dengan 20 desa di sekitar wilayah operasional perusahaan di Kotawaringin Timur. Kemitraan dilakukan dengan menggelar pelatihan dan simulasi kebakaran bersama Tim Penanggulangan Keadaan Darurat Kebakaran (PPKD) perusahaan yang telah mengantongi sertifikat dari Kementerian Ketenagakerjaan.
''Yang paling penting adalah menanamkan kesadaran agar tidak membakar,'' kata Sarimanah.
Selain itu, perusahaan juga memberikan bantuan sarana dan prasarana pemadaman kebakaran sesuai arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana seperti pompa jinjing, selang spiral, dan baju pemadam. Perusahaan juga membangun sumur bor di 21 titik rawan kebakaran sehingga membantu penyediaan air saat pemadaman api.
''Kami telah meneken MoU (memorandum of understanding) dengan masyarakat,'' ujar Sarimanah.
Akhir tahun 2019 ini, perusahaan juga berencana menggelar latihan pembuatan sumur bor yang melibatkan sejumlah pihak, termasuk masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sarimanah menjelaskan, Wilmar yang bergerak di sektor agribisnis telah menetapkan sejumlah upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Pertama, peta risiko kebakaran atau fire risk map yaitu peta untuk menentukan tinggi rendah risiko saat terjadi kebakaran dengan penyangga 5 kilometer dari konsesi perusahaan. Risiko dinilai tinggi jika kebakaran dalam radius tersebut. Tim kebakaran perusahaan terus memantau di radius 5 kilometer dan segera bergerak begitu terjadi kebakaran dalam skala 5 kilometer.
Wilmar juga menyusun prosedur operasional standar (SOP) kebakaran di lahan dan hutan di setiap unit konsesi dengan membentuk manajemen dan mitigasi untuk pencegahan, pendeteksian, dan pemadaman. Mitigasi dilakukan dengan peringatan dini melalui monitoring penggunaan data NASA mengenai titik panas dan titik api. Data yang didapat kemudian didistribusikan untuk kemudian diverifikasi atau pengambilan tindakan.
''Mitigasi juga dilakukan dengan memasang papan peringatan yang menunjukkan level risiko dampak kebakaran. Papan peringatan ini bermanfaat untuk membantu antisipasi dan pengambilan tindakan saat risiko kebakaran meningkat,'' papar Sarimanah.
Ketiga, sosialisasi dilakukan kepada masyarakat karena memegang peran penting dalam mencegah terjadinya kebakaran. Mengingat, ulah manusia adalah salah satu penyebab terbesar kebakaran, untuk itu perlu menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membakar terutama saat kemarau dan di lahan gambut.
Dalam melancarkan sosialisasi, Wilmar menggandeng sejumlah pihak seperti Musyawarah Pimpinan Kecamatan, Musyawarah Pimpinan Daerah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan tokoh masyarakat termasuk penegak hukum.
''Langkah ini dilakukan sebagai tindakan jemput bola dengan mendatangi masyarakat di sekitar konsesi di Kalimantan Tengah dan Sumatera,'' kata Sarimanah.
Teakhir, Wilmar juga membentuk tim satgas pencegahan kebakaran di setiap unit konsesi. Anggota tim sudah terlatih dan dibekali peralatan memadai, termasuk membangun menara pantau setinggi 15 meter dan sumur bor.
Sejak Februari 2016, Wilmar telah bergabung dalam Fire Free Alliance (FFA) bersama beberapa perusahaan lain yaitu APRIL, Asian Agri, Musim Mas, dan lembaga sosial masyarakat yaitu PM Haze, Rumah Pohon, dan IDH (the sustainable trade initiative).
FFA sendiri merupakan kelompok multi stakeholder yang berinisiatif dalam pengendalian masalah kabut asap yang terjadi berulang kali di Indonesia.