JAKARTAPUSAT, AYOJAKARTA.COM -- PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM berhasil menyalurkan dana untuk program Membina Ekonomi Keluarga (Mekaar) sebesar Rp 13,1 triliun hingga September 2019 atau naik dua kali lipat dibandingkan periode sama tahun lalu.
Direktur Utama PT PNM (Persero) Arief Mulyadi mengemukakan, dana Rp 13,1 triliun itu diserap oleh 5,38 juta nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia.
PNM menargetkan masih bisa menambah sampai 10 juta nasabah Mekaar hingga akhir 2019.
"Nasabah Mekaar saat ini sudah tercatat 5,38 juta. Sebanyak 20 persen berasal dari Jawa Barat," kata Arief saat ditemui tim Ayo Media Network di kantornya, Rabu (2/10/2019).
Mekaar merupakan program unggulan dari PNM yang menyasar kalangan ibu-ibu rumah tangga prasejahtera. Mayoritas nasabah merupakan usaha mikro seperti pedagang kelontongan, usaha perdagangan, dan jasa lainnya.
Pinjaman yang dikucurkan senilai Rp 2 juta sampai Rp 5 juta per orang untuk setiap kelompok. Satu kelompok terdiri dari minimal 10 orang-30 orang, tanpa memberikan jaminan.
Arief mengatakan, usaha yang dibiayai mereka ini tidak tersentuh oleh perbankan dikarenakan sulituntuk memenuhi persyaratan yang ditetapkan. Pola pembiayaan menggunakan semangat gotong royong, di mana jika ada nasabah kesulitan atau enggan membayar merupakan tanggung jawab kelompoknya.
"Dengan demikian ada, semangat kebersamaan di antara mereka. Sanksi yang diberikan kepada nasabah bandel juga sanksi sosial. Justru dengan konsep itu, nasabah umumnya lebih patuh dan berusaha melunasi pinjamannya," ujar Arief.
Hal ini terbukti dari rasio kredit bermasalah atau non perfoming loan (NPL) dari program Mekaar ini. Menurut Arief, rasio NPL program Mekkar PNM hanya 0,18%, bahkan dibawah sektor perbankan.
"Ambang batas NPL kami sama seperti bank, yaitu sekitar 2 persen tapi saat ini NPL kami masih 0,18 persen dengan rata-rata 0,12 -0,15 persen," jelasnya.
PNM saat ini telah memiliki sekitar 2.000 cabang yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dan, kebanyakan berada di daerah yang belum terjangkau oleh perbankan.
Sejak bulan Juni tahun ini pihaknya telah siapkan produk Mekaar Plus dengan menyeleksi nasabah Mekaar yang siap naik kelas.
"Kalau memang ada layanan perbankan di situ kami masukkan ke KUR, kalau tidak ada, kami akan menyiapkan produk Mekaar plus," katanya.
Arief juga menambahkan bahwa ada perbedaan antara Mekaar biasa dengan Mekaar Plus. Plafon pinjaman untuk nasabah Mekaar biasa hanya sampai Rp 5 juta, sedangkan Mekaar plus bisa lebih dari Rp 5 juta.
"Mekaar Plus persis seperti skema KUR mikro," ujarnya.