AYOJAKARTA.COM -- PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Cirata baru saja membuktikan filosofi tersebut dengan pencapaian yang luar biasa.
Melalui inisiatif pemberdayaan masyarakat bertajuk CIRATA GEULIS (Generating Sustainability for Livelihood Resilience), perusahaan ini berhasil menyabet penghargaan PROPER EMAS pada 7 April 2026.
CIRATA GEULIS bukan sekadar program tanggung jawab sosial biasa, melainkan sebuah platform integratif yang menyatukan konservasi alam dengan ketahanan ekonomi warga.
Dengan menempatkan masyarakat sebagai aktor utama, program ini berhasil menyulap tantangan lingkungan di Waduk Cirata menjadi peluang kesejahteraan yang berkelanjutan.
Akar dari lahirnya Program CIRATA GEULIS adalah kebutuhan mendesak untuk mengatasi dua persoalan krusial di wilayah operasional pembangkit.
Masalah pertama berkaitan dengan manajemen sampah organik rumah tangga yang selama ini belum terkelola secara produktif. Masalah kedua, dan yang paling teknis bagi keberlangsungan listrik, adalah ledakan populasi eceng gondok di perairan Waduk Cirata.
Eceng gondok yang tidak terkendali dapat menghambat aliran air menuju turbin, mengganggu navigasi, hingga merusak ekosistem air.
Alih-alih hanya membersihkannya secara mekanis, PLN Nusantara Power UP Cirata memilih jalan yang lebih cerdas: mengubah gulma tersebut menjadi bahan baku industri kreatif dan pertanian.
Inti dari kecanggihan Program CIRATA GEULIS terletak pada penerapan konsep ekonomi sirkular yang sangat rapi. Perusahaan memulai langkah dengan mengumpulkan sampah organik dari lingkungan kantor serta pemukiman warga sekitar. Sampah ini tidak berakhir di TPA, melainkan menjadi "makanan" bagi budidaya maggot.
Hasil dari budidaya ini adalah maggot kering berkualitas tinggi yang berfungsi sebagai pakan ikan bagi kelompok pembudidaya ikan air tawar setempat.
Tidak berhenti di situ, residu dari proses budidaya maggot, yang dikenal sebagai kasgot (bekas maggot), dimanfaatkan kembali sebagai campuran media tanam untuk budidaya jamur tiram.
Eceng gondok yang selama ini dianggap sebagai beban bagi Waduk Cirata kini memiliki nilai ekonomi baru. Melalui tangan kreatif masyarakat binaan, tanaman air ini diolah menjadi pakan ternak alternatif untuk domba, sebuah solusi jitu terutama saat musim kemarau panjang melanda dan rumput hijau sulit ditemukan.
Limbah kotoran ternak (kohe) dari domba-domba tersebut kemudian diproses menjadi pupuk organik kering. Selain untuk pakan, serat eceng gondok juga bertransformasi menjadi produk kerajinan tangan bernilai seni tinggi.
Pemanfaatan eceng gondok ini bahkan masuk ke level yang lebih teknis melalui kelompok SIMAGMUR. Mereka menggunakan serbuk eceng gondok sebagai campuran media tanam jamur tiram.
Setelah masa produksi jamur selesai, limbah berupa baglog bekas tidak dibuang begitu saja, melainkan diolah kembali menjadi kompos organik untuk mendukung penghijauan dan penanaman pohon di area UP Cirata guna mencegah risiko longsor.
Secara sosiologis, Program CIRATA GEULIS memberikan napas baru bagi kelompok masyarakat rentan di sekitar wilayah operasional PLTA Cirata.
Masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi terlibat aktif sejak tahap perencanaan hingga eksekusi. Keterlibatan ini secara otomatis meningkatkan kapasitas individu dan mendorong munculnya peluang usaha baru yang mandiri.
Program ini telah meruntuhkan ketergantungan masyarakat dan menggantinya dengan semangat kewirausahaan berbasis lingkungan. Kesejahteraan masyarakat meningkat seiring dengan pulihnya ekosistem waduk, menciptakan harmoni yang langka antara industri besar dan penduduk lokal.
Bagi PT PLN Nusantara Power UP Cirata, keberhasilan program ini membawa keuntungan ganda. Di satu sisi, populasi eceng gondok yang terkendali dan pengurangan risiko longsor di bantaran waduk secara langsung meningkatkan keandalan operasional pembangkitan listrik.
Di sisi lain, hubungan harmonis yang tercipta dengan warga memberikan social license to operate atau izin sosial untuk beroperasi yang sangat kuat.
Kepercayaan masyarakat adalah aset yang tak ternilai harganya. Melalui kolaborasi ini, perusahaan tidak lagi dipandang sebagai entitas asing, melainkan sebagai mitra tumbuh bersama. Hal ini sangat krusial bagi keberlangsungan bisnis energi di masa depan yang semakin menuntut transparansi dan akuntabilitas sosial.
Pihak perusahaan bertekad untuk terus melahirkan terobosan di bidang lingkungan serta penguatan masyarakat di masa depan, demi memberikan nilai tambah yang sifatnya berkelanjutan bagi semua pihak terkait.
Program CIRATA GEULIS menjadi saksi bisu bahwa pengelolaan lingkungan yang visioner dapat berjalan beriringan dengan peningkatan taraf hidup rakyat.