Bisnis

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Jamin Distribusi Biosolar di Lebak Banten Lancar dan Antrean Kondusif

Oleh: Gita Esa Hafitri
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Jamin Distribusi Biosolar di Lebak Banten Lancar dan Antrean Kondusif

AYOJAKARTA.COM -- PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) bergerak cepat memberikan klarifikasi menyusul adanya laporan mengenai kepadatan kendaraan di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah Kabupaten Lebak, Banten.

Berdasarkan pengawasan intensif di lapangan pada Minggu, 3 Mei 2026, Pertamina menegaskan bahwa distribusi energi untuk masyarakat Lebak berada dalam kondisi yang sangat stabil dan jauh dari isu kelangkaan.

Untuk memberikan gambaran yang akurat, Pertamina membedah kondisi di beberapa titik yang sempat dikabarkan mengalami kepadatan.

Salah satu wilayah yang menjadi sorotan adalah Kecamatan Warunggunung. Di lokasi ini, terdapat SPBU 34.42308 yang menjadi tumpuan warga.

Namun, penting untuk dicatat bahwa secara administratif dan teknis, SPBU tersebut memang tidak terdaftar untuk melayani penjualan BBM subsidi jenis Biosolar sejak awal operasionalnya.

Meskipun tidak menyediakan Biosolar, distribusi jenis BBM lain di SPBU Warunggunung terpantau sangat lancar. Para pengendara dapat melakukan pengisian bahan bakar tanpa harus menghadapi antrean panjang yang melelahkan.

Bergeser ke Kecamatan Kalanganyar, kondisi di SPBU 34.42315 juga menunjukkan tren positif. Berbeda dengan titik sebelumnya, SPBU ini melayani penjualan Biosolar secara resmi.

Meski terdapat aktivitas pengisian yang rutin, volume kendaraan yang mengantre masih dalam kategori wajar dan tidak sampai mengganggu kelancaran lalu lintas di jalan raya sekitar SPBU.

Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar di ruang publik, Area Manager Communication, Relations & CSR Regional JBB PT Pertamina Patra Niaga, Susanto August Satria, memberikan penjelasan resmi yang menenangkan.

Ia menegaskan bahwa seluruh lini distribusi BBM di Kabupaten Lebak berfungsi secara optimal. Pertamina selalu mematuhi regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi.

"Secara keseluruhan, situasi di area operasional tetap terkendali. Memang terdapat kenaikan jumlah kendaraan pada jam-jam tertentu di beberapa SPBU, akan tetapi hal tersebut masih masuk dalam kategori lazim dan bukan merupakan sinyal terjadinya kekurangan pasokan," ungkap Satria.

Pertamina tidak bekerja secara pasif. Perusahaan energi nasional ini terus melakukan pengawasan secara berkala melalui sistem pemantauan distribusi digital.

Salah satu tantangan terbesar dalam distribusi BBM bersubsidi adalah perilaku konsumen. Pertamina mengimbau warga Kabupaten Lebak untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak valid.

Perilaku pembelian secara berlebihan atau panic buying justru dapat memicu ketidakseimbangan stok di tingkat SPBU yang merugikan masyarakat luas.

Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Pertamina menyediakan kanal komunikasi dua arah bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau melaporkan kendala di lapangan.

Jika masyarakat menemukan adanya kejanggalan dalam pelayanan di SPBU atau ingin mengetahui status ketersediaan BBM di wilayahnya, mereka dapat memanfaatkan layanan Pertamina Contact Center (PCC) di nomor 135.

Selain melalui sambungan telepon, laporan juga bisa disampaikan melalui surat elektronik ke alamat pcc135@pertamina.com.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri