Bisnis

Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap, Pertamina Patra Niaga Hanya Sesuaikan Tarif Pertamax Series

Oleh: Gita Esa Hafitri Kamis 11 Jun 2026, 07:15 WIB
Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap, Pertamina Patra Niaga Hanya Sesuaikan Tarif Pertamax Series (Foto: dok. Pertamina)

AYOJAKARTA.COM -- PT Pertamina Patra Niaga selaku subholding komersial dan perdagangan dari PT Pertamina (Persero) secara resmi mengumumkan kebijakan terbaru mengenai penyesuaian harga jual eceran komoditas bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Kebijakan strategis ini langsung mengubah peta pengeluaran transportasi bulanan bagi jutaan pemilik kendaraan pribadi di berbagai penjuru tanah air.

Langkah korporasi ini menyasar kelompok produk bensin premium andalan masyarakat urban, yakni lini Pertamax dan Pertamax Green 95. Manajemen mengambil keputusan krusial ini setelah merajut koordinasi intensif dengan pihak pemerintah selaku regulator pemegang otoritas tertinggi.

Proses penetapan tarif baru tersebut bersandar pada mekanisme evaluasi berkala yang secara objektif mempertimbangkan fluktuasi pergerakan harga minyak mentah di bursa internasional serta perkembangan harga pasar keekonomian global yang terus bergejolak.

Langkah pengetatan tarif yang diambil oleh manajemen Pertamina Patra Niaga ini mengindikasikan adanya tekanan makroekonomi yang kuat, seperti dinamika geopolitik global yang memengaruhi jalur pasokan minyak mentah dunia. Perusahaan menegaskan bahwa penyesuaian ini murni bertujuan untuk menjaga kesehatan finansial operasional perusahaan tanpa mengorbankan hak-hak konsumen dalam mendapatkan pasokan energi berkualitas.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memaparkan bahwa kebijakan penyesuaian tarif jual produk BBM nonsubsidi ini senantiasa patuh pada regulasi hukum yang berlaku di Indonesia. Langkah ini juga mengonstruksikan bagian dari implementasi tata kelola energi nasional yang sehat.

Tujuan utamanya adalah merawat titik keseimbangan yang ideal antara aspek keberlangsungan bisnis korporasi, standardisasi kualitas layanan di lapangan, serta jaminan kepastian pasokan pasokan energi yang aman bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Perusahaan mengoreksi harga jual produk Pertamax beserta Pertamax Green setelah merampungkan proses kalkulasi mendalam yang selaras dengan formula penetapan harga dari pihak pemerintah. Manajemen memutuskan angka tarif baru tersebut dengan tetap membangun koordinasi melekat bersama pemerintah yang bertindak sebagai regulator. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam memelihara keberlanjutan penyaluran energi serta memastikan distribusi produk BBM bermutu tinggi untuk masyarakat tetap beroperasi secara prima," urai Roberth secara transparan.

Banyak pengendara mengkhawatirkan terjadinya kelangkaan barang di pompa pengisian setelah pengumuman kenaikan tarif resmi dirilis oleh pihak produsen energi pelat merah tersebut. Guna meredam kepanikan massal di ruang publik, manajemen menegaskan bahwa fasilitas depo pengisian di berbagai daerah berada dalam status siaga penuh untuk mengamankan jalur pasokan eceran.

"Kami memberikan jaminan mutlak bahwa pasokan komoditas Pertamax dan Pertamax Green berada dalam status sangat aman serta siap memenuhi kebutuhan masyarakat di seluruh jaringan SPBU resmi milik Pertamina. Para konsumen dapat memantau perkembangan rincian harga produk BBM paling mutakhir melalui pemanfaatan saluran komunikasi resmi korporasi Pertamina, situs Patra Niaga, ataupun dengan mengakses platform digital MyPertamina," papar Roberth.

Di tengah kepungan lonjakan tarif bensin nonsubsidi komersial yang cukup menguras kantong pemilik kendaraan kelas menengah ke atas, pemerintah bersama Pertamina menghadirkan jaring pengaman sosial yang kokoh bagi kelompok masyarakat ekonomi rentan. Kebijakan populis ini bertujuan untuk mengisolasi sektor logistik pangan dan transportasi massal dari efek domino inflasi yang destruktif.

Dalam pemenuhan komitmen penugasan negara untuk mendistribusikan komoditas BBM Bersubsidi secara tepat sasaran, pihak Pertamina Patra Niaga memastikan tidak ada pergeseran angka pada kelompok bahan bakar bersubsidi. Baik komoditas kategori bensin yaitu produk Pertalite (RON 90), maupun kategori solar yaitu produk Biosolar, tetap disalurkan kepada masyarakat dengan tarif lama yang terkunci rapat.

Petugas SPBU di seluruh wilayah Indonesia tetap melayani pengisian bensin bersubsidi Pertalite pada harga Rp10.000 per liter. Kebijakan perlindungan tarif yang sama juga menyelimuti produk solar penunjang armada niaga eceran, di mana produk Biosolar harganya konsisten tertahan di level Rp6.800 per liter. Dengan demikian, kelompok bahan bakar yang mendapatkan subsidi dari negara ini sama sekali tidak mengalami perubahan harga di tengah gejolak pasar energi.

Kebijakan harga baru ini telah berlaku secara serentak di seluruh jaringan ritel SPBU Pertamina terhitung mulai tanggal 10 Juni 2026.Berikut adalah rincian lengkap mengenai pergeseran tarif jual ecera n komoditas energi nonsubsidi Pertamina.

1. Kelompok Pertamax Series (Varian Bensin Komersial)

- Pertamax (RON 92) mengalami lonjakan harga yang cukup signifikan dari tarif lama sebesar Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter.

- Pertamax Green 95 (RON 95) terkerek dari harga semula Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.

- Pertamax Turbo (RON 98) harganya tidak berubah, tetap kokoh bertahan di angka Rp20.750 per liter.

2. Kelompok Dex Series (Varian Bahan Bakar Mesin Diesel Modern)

- Dexlite (CN 51) harganya dinyatakan tidak mengalami perubahan, alias tetap stabil pada level Rp23.000 per liter.

- Pertamina Dex (CN 53) tarifnya juga terkunci aman, tetap bertengger di angka Rp24.800 per liter.

Bagi masyarakat luas yang membutuhkan kejelasan informasi secara komprehensif dan valid mengenai perkembangan harga BBM eceran berkala di setiap wilayah provinsi, Anda dapat memantau langsung melalui portal digital resmi perusahaan di alamat internet www.pertaminapatraniaga.com atau dengan membuka aplikasi pintar MyPertamina pada gawai Anda.

Selain itu, jika masyarakat menemukan kendala pelayanan di lapangan, kejanggalan takaran mesin pompa, atau ingin melempar pertanyaan lebih lanjut mengenai ketersediaan pasokan produk, masyarakat dapat memanfaatkan saluran interaktif gratis melalui Pertamina Contact Center 135.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri