Bisnis

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sukses Jalankan Program Urban Farming Zero Waste

Oleh: Gita Esa Hafitri Jumat 12 Jun 2026, 09:33 WIB
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Sukses Jalankan Program Urban Farming Zero Waste

AYOJAKARTA.COM -- PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui unit kerja Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma sukses menginisiasi kegiatan panen raya hasil pertanian perkotaan skala masif melalui Program Kebun Gizi Rawajaya.

Agenda panen bersama warga tersebut berlangsung meriah di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Rawa Jaya, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur.

Kebun Gizi Rawajaya berhasil membudidayakan berbagai macam komoditas pertanian bernilai jual tinggi dengan memanfaatkan ruang terbatas secara optimal.

Rupa-rupa tanaman yang berhasil dipanen dengan kualitas premium tersebut meliputi melon, anggur, pakcoy, jagung, cabai merah, dan bawang merah.

Kelompok tani binaan secara cerdik mengolah sebagian hasil bumi tersebut menjadi aneka produk hilir yang memiliki nilai tambah ekonomi.

Beberapa produk inovatif yang kini menjadi sumber pendapatan baru warga antara lain bumbu pedas tabur bermerek Boncara (Bon Cabe Powder), sambal kemasan siap saji, serta paket sayuran dan buah segar higienis yang dipasarkan secara komersial untuk mempertebal pendapatan ekonomi masyarakat setempat.

Kegiatan panen raya yang meriah ini dihadiri langsung oleh perwakilan jajaran aparatur Kelurahan Pondok Kopi bersama 20 anggota aktif Kelompok Rawa Jaya yang bertindak sebagai mitra binaan utama pengelola kawasan urban farming tersebut.

Keunggulan utama dari Program Kebun Gizi Rawajaya ini terletak pada adopsi sistem pertanian zero-waste melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular yang ketat.

Masyarakat mengelola seluruh hasil pertanian secara optimal demi menekan produksi limbah organik seminimal mungkin.

Sisa-sisa hasil panen maupun bagian tanaman yang tidak lolos sortir pasar tidak dibuang begitu saja ke tempat pembuangan akhir.

Pihak pengelola mengolah sampah organik tersebut menjadi pupuk kompos berkualitas tinggi. Pupuk alami ini kemudian diaplikasikan kembali untuk menyuburkan tanah di lahan Kebun Gizi Rawajaya.

Siklus ini menciptakan sebuah rantai produksi yang mandiri, ramah terhadap kelestarian lingkungan, serta mampu menyokong ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang.

Kehadiran program urban farming terbukti memberikan alternatif sumber penghasilan yang menjanjikan bagi ibu rumah tangga di wilayah Pondok Kopi.

Manfaat besar ini dirasakan langsung oleh para penggerak di lapangan. Salah satu anggota aktif Kelompok Rawa Jaya, Sumi, melayangkan pengakuan bahwa kehadiran Program Kebun Gizi Rawajaya ini menyalurkan faedah yang sangat nyata dalam menyokong kedaulatan pangan keluarga.

Di samping itu, program ini berhasil mengerek derajat ekonomi warga berkat adanya aktivitas pengolahan hasil panen menjadi barang dagang yang bernilai jual tinggi.

Ia menaruh harapan besar agar pihak Pertamina tidak menghentikan proses pendampingan usaha ini supaya skala program dapat terus berekspansi ke tingkat yang lebih luas.

"Pemanfaatan lahan RPTRA sebagai area pertanian perkotaan memberikan rupa-rupa keuntungan yang melimpah bagi komunitas kami. Langkah ini tidak sekadar mempermudah warga dalam menjangkau pasokan sayuran sehat, melainkan juga memungkinkan kami memproses hasil panen menjadi produk olahan bernilai tinggi yang menyumbangkan penghasilan tambahan bagi kas kelompok," urai Sumi.

"Kami sangat berharap Pertamina konsisten melanjutkan program pendampingan ini, sehingga usaha bersama ini dapat makin maju serta melahirkan lebih banyak variasi produk inovatif yang berbahan dasar hasil tani lokal," tambahnya.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, memberikan penjelasan resmi bahwa Program Kebun Gizi Rawajaya mengonstruksikan bukti otentik dari komitmen jangka panjang korporasi.

Pertamina fokus mendukung program pemberdayaan masyarakat serta penguatan ketahanan pangan regional melalui strategi optimalisasi pemanfaatan lahan-lahan produktif berbasis pertanian kota.

"Pertamina menginisiasi Program Kebun Gizi Rawajaya sebagai langkah konkret untuk menyalurkan kemanfaatan yang dapat dirasakan langsung oleh khalayak luas. Kami berharap lewat pengelolaan lahan tidur menjadi area urban farming yang produktif, masyarakat setempat dapat memetik keuntungan finansial sekaligus memperkokoh sistem pertahanan pangan di lingkungan tempat tinggal mereka," tegas Satria.

Disamping memberikan dampak ekonomi mikro, peluncuran program pertanian ramah lingkungan ini berjalan selaras dengan upaya global dalam mengejar target Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang dicanangkan perserikatan bangsa-bangsa.

Program Kebun Gizi Rawajaya secara khusus menyokong pemenuhan SDGs Poin 2, yakni Tanpa Kelaparan (Zero Hunger).

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri