Bisnis

Lewat MoU Strategis Bersama UNAIR, BTN Siap Cetak Generasi Z yang Cerdas Finansial

Oleh: Gita Esa Hafitri Jumat 12 Jun 2026, 15:36 WIB
Lewat MoU Strategis Bersama UNAIR, BTN Siap Cetak Generasi Z yang Cerdas Finansial

AYOJAKARTA.COM -- Melalui komitmen nyata untuk memperluas kontribusi di luar pembiayaan perumahan konvensional, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mempertegas dukungannya terhadap dunia pendidikan.

Langkah strategis ini terwujud secara nyata lewat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama Universitas Airlangga (UNAIR) pada Jumat, 12 Juni 2026.

Kerja sama berskala besar tersebut mengonstruksikan bagian dari peta jalan transformasi perusahaan bertajuk "Beyond Mortgage", yang memposisikan bank sebagai mitra andal di rupa-rupa lini kehidupan masyarakat, termasuk ekosistem kampus.

Acara penandatanganan perjanjian kerja sama ini berlangsung khidmat di lingkungan kampus UNAIR. Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, melayangkan penegasan bahwa kolaborasi dengan salah satu kampus terbaik di Jawa Timur ini tidak boleh dipandang sebelah mata sebagai hubungan perbankan transaksional biasa.

"Indonesia saat ini memiliki lebih dari 2.800 perguruan tinggi yang berfungsi sebagai wadah utama pembentukan talenta serta inovasi nasional. Dengan kekuatan total lebih dari 44.000 mahasiswa aktif serta sokongan dari 2.100 dosen dan tenaga pendidik, UNAIR mengonstruksikan sebuah ekosistem raksasa yang menyumbang efek domino sangat signifikan bagi pertumbuhan ekonomi serta pengembangan kualitas SDM nasional," urai Nixon.

Di dalam draf poin-poin kesepakatan kerja sama tersebut, pihak perbankan berkomitmen untuk mengguyur jajaran civitas akademika UNAIR dengan rupa-rupa dukungan layanan keuangan yang menyeluruh.

Portofolio layanan ini sengaja dirancang untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan finansial bagi lembaga institusi, jajaran dosen, tenaga kependidikan, hingga para mahasiswa aktif di lapangan.

Sebagai implementasi konkret dari komitmen tersebut, manajemen bank bersiap meluncurkan outlet operasional baru yang bertempat langsung di dalam kawasan strategis kampus UNAIR. Kehadiran jaringan fisik ini berfungsi untuk membuka keran kemudahan akses layanan perbankan bagi para akademisi.

Gerai ini akan menyajikan ekosistem keuangan terpadu, mulai dari fasilitas transaksi harian, pengelolaan pendanaan institusi, hingga rupa-rupa solusi layanan perbankan digital (digital banking) yang saling terhubung satu sama lain.

Lebih jauh lagi, kemitraan makro ini juga membidik pengembangan klaster ekosistem kampus yang modern, inklusif, dan melek teknologi.

Kedua belah pihak bersepakat untuk memperluas radius kerja sama ke berbagai sektor strategis, meliputi program peningkatan mutu SDM, pelaksanaan riset ilmiah bersama, pemberian bantuan sarana prasarana pendidikan, hingga program pemberdayaan masyarakat luas.

Guna melengkapi rangkaian agenda strategis tersebut, Nixon LP Napitupulu juga meluangkan waktu untuk membagikan ilmu praktis dengan memberikan kuliah umum kepada ribuan mahasiswa UNAIR. Forum edukasi yang berlangsung interaktif tersebut mengusung tema yang sangat dekat dengan anak muda, yaitu “Financial Glow Up for Gen Z”.

Dalam paparannya, Nixon menyoroti rupa-rupa tantangan berat yang membayangi kehidupan Gen Z—yang mengonstruksikan kelompok demografi terbesar di Indonesia dengan porsi mencapai 24,93% dari total populasi—di tengah hantaman badai ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data riset terpercaya, Nixon memaparkan realita menyedihkan di mana sekitar 64% dari total Gen Z di Indonesia saat ini kerap didera stres finansial akibat kecemasan masa depan.

Tekanan mental ini memicu lahirnya fenomena buruk bernama doom spending, yaitu sebuah kebiasaan belanja barang-barang mewah secara impulsif akibat rasa pesimis mendalam terhadap masa depan finansial mereka sendiri.

Berdasarkan data evaluasi, perilaku konsumtif yang salah arah ini dipicu oleh tiga faktor utama meliputi kenaikan biaya hidup (53%), keinginan merasa lebih baik (35%), dan utang impulsif (32%).

Oleh karena itu, Nixon melayangkan imbauan keras bahwa untuk membangun sistem manajemen keuangan yang sehat, para mahasiswa wajib melakukan revolusi cara pandang (mindset) sejak dini.

Menurut pandangannya, alokasi dana untuk tabungan dan pos investasi masa depan harus diposisikan sebagai sebuah kewajiban mutlak yang dipotong di awal bulan ketika menerima uang, bukan sekadar memanfaatkan sisa dana dari pengeluaran konsumtif yang tidak teratur.

Ia juga menuntun para mahasiswa untuk mulai menyusun target keuangan secara objektif berdasarkan skala waktu yang jelas, yang terbagi dalam target jangka pendek, jangka menengah, hingga tujuan jangka panjang.

Tidak kalah penting, ia mengingatkan anak muda mengenai urgensi membangun benteng dana darurat yang likuid atau mudah dicairkan, dengan patokan target ideal berkisar antara 3 hingga 12 kali lipat dari total pengeluaran bulanan mereka.

Terkait maraknya penggunaan instrumen pinjaman atau utang digital yang sangat mudah diakses saat ini, Nixon meminta para peserta untuk konsisten menerapkan prinsip kehati-hatian yang tinggi.

Mahasiswa wajib memastikan bahwa rupa-rupa pinjaman dana hanya digunakan untuk membiayai aktivitas yang bersifat produktif, serta dilarang keras memaksakan diri mengambil utang yang melampaui batas kemampuan bayar bulanan.

"Kelompok Gen Z masa kini sangat mudah terombang-ambing oleh pengaruh para pembuat konten finansial, padahal data menunjukkan hanya sekitar 28% dari mereka yang disiplin memeriksa keabsahan nasihat tersebut. Oleh karena itu, saya mengajak seluruh Gen Z untuk mulai mempraktikkan metode Soft Saving, sebuah konsep di mana kita tetap disiplin menyisihkan uang tabungan namun di saat bersamaan tetap mengalokasikan dana secara bijak untuk membeli kebahagiaan serta menjaga kesehatan mental," urai Nixon secara bijaksana.

Sebagai jawaban konkret dan solusi nyata atas kebutuhan transaksi digital generasi muda yang serbacepat, bank ini telah meluncurkan platform SuperApp andalannya bernama Bale by BTN. Performa aplikasi ini mencatatkan rapor yang sangat mengesankan di pasar digital nasional.

Berdasarkan data akumulasi hingga Mei 2026, aplikasi Bale by BTN telah berhasil menjaring 4,22 juta pengguna aktif dengan total volume transaksi mencapai 51,5 juta kali, yang membukukan nilai perputaran uang fantastis sebesar Rp55,45 triliun.

Data demografi internal menunjukkan bahwa profil nasabah pengguna aplikasi digital ini didominasi oleh kelompok usia produktif, yaitu generasi Milenial dengan porsi 42,4% dan disusul ketat oleh Gen Z yang mengamankan porsi 37,7%.

Di dalam aplikasi tersebut, fitur QRIS Payment menempati kasta tertinggi sebagai jenis transaksi yang paling digemari dan paling sering diakses oleh generasi muda untuk belanja harian.

Guna mengimbangi kesuksesan tersebut, pihak perbankan juga terus memperluas jaringan Digital Store di berbagai pusat keramaian (high-traffic) demi menyajikan pengalaman perbankan digital yang kilat dan efisien bagi konsumen muda.

Nixon menegaskan bahwa lewat bekal pemahaman literasi keuangan yang matang serta sokongan ekosistem layanan digital yang inklusif, perusahaan memiliki visi besar untuk mencetak generasi muda Indonesia yang tidak hanya cerdas mengelola uang, melainkan juga memiliki keunggulan kompetitif di kancah internasional.

Gayung bersambut, komitmen besar dari dunia perbankan ini mendapatkan apresiasi tinggi dari pihak akademisi. Rektor Universitas Airlangga (UNAIR), Prof. Dr. Muhammad Madyan, melayangkan penegasan bahwa jalinan kerja sama lintas sektor antara lembaga perguruan tinggi dan industri perbankan memikul peran yang sangat vital.

Sinergi ini dinilai strategis untuk memperkokoh arsitektur ekosistem pendidikan tinggi sekaligus memacu percepatan lahirnya SDM yang bermutu tinggi.

Madyan menilai bahwa institusi pendidikan tidak akan mampu berjalan sendirian dalam menghadapi badai perubahan zaman yang bergerak sangat masif saat ini.

"Kami mempunyai kesadaran yang mendalam bahwa kerja sama taktis antara institusi perguruan tinggi dengan sektor industri perbankan mengantongi peran yang sangat krusial dalam memperkuat fondasi ekosistem pendidikan tinggi, sekaligus melipatgandakan kontribusi bersama dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul," tegas Madyan secara optimis.

Madyan menambahkan bahwa penetrasi layanan perbankan yang bersandarkan pada kecanggihan teknologi digital di area kampus dirasa sangat klop dan sesuai dengan watak dasar mahasiswa era sekarang yang lahir dan tumbuh besar bersama teknologi.

Menurut pengamatannya, hampir tidak ada mahasiswa yang tidak memanfaatkan gawai digital dalam menopang rutinitas kehidupan harian mereka. Dengan demikian, penguasaan dan pemahaman yang baik terhadap rupa-rupa layanan keuangan digital telah bergeser menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa dipisahkan dari aktivitas akademis.

"Komunitas mahasiswa zaman sekarang seluruhnya sudah melek terhadap perkembangan teknologi, khususnya di bidang teknologi digital. Oleh karena itu, penyediaan sistem layanan perbankan yang berbasis pada ekosistem digital mengonstruksikan sebuah hal yang sangat relevan dengan dinamika kebutuhan generasi muda saat ini," kata Rektor UNAIR tersebut secara lugas.

Reporter Gita Esa Hafitri
Editor Gita Esa Hafitri