BANDUNG, AYOJAKARTA.COM - Kantor Wilayah (Kanwil) Jawa Barat PT Bank Tabungan Negara (BTN) mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung penyokong aset nasional perusahaan di luar wilayah DKI Jakarta.
Hingga pertengahan 2026 ini, BTN Kanwil Jabar tercatat masih mendominasi pasar, terutama dalam penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) program pemerintah.
Vice President Regional Office Head Jawa Barat BTN, Asvianti Handaru W, menyebutkan bahwa kontribusi Kanwil Jabar sangat krusial bagi perusahaan. Secara nasional, Jawa Barat menempati urutan pertama penyumbang aset terbesar di antara 7 Kanwil di luar wilayah korporasi Jakarta.
"Jabar bagi Bank BTN adalah tulang punggung yang sangat penting. Berdasarkan data Bank Indonesia dan BPS, posisi BTN di Jabar saat ini masuk dalam 10 besar untuk sektor penghimpunan dana (funding), dan masuk 5 besar dari sisi pengelolaan kredit," papar Asvianti di Kantor Ayobandung pada Kamis (2/7).
Prestasi paling mencolok terlihat pada segmen KPR bersubsidi atau program pemerintah. Bersama anak usahanya yakni BSN, BTN menempati urutan pertama di seluruh wilayah Jawa Barat, baik di area Jabar 1 (Bekasi-Karawang) maupun Jabar 2 (Bandung-Cirebon).
Terkait target ke depan, Asvianti menegaskan bahwa porsi kredit program perumahan di Jawa Barat akan tetap dijaga di level 90 persen. Penyaluran ini mencakup KPR, Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan, hingga pembiayaan untuk developer.
Selain itu, dia juga menambahkan bahwa BTN aktif menjembatani kolaborasi antar-nasabahnya, seperti menawarkan rumah kos dari mitra developer top kepada nasabah prioritas sebagai instrumen investasi.
"Secara persentase targetnya tidak berubah, tetap di porsi 90 persen untuk kredit program. Namun, secara volume penyalurannya terus mengalami kenaikan," jelasnya.
Tantangan Baru BTN Jabar Tahun 2026
Di tengah masifnya transformasi digital, BTN Kanwil Jawa Barat membidik peningkatan volume transaksi harian nasabah sebagai fokus utama bisnis tahun ini. Langkah ini diambil untuk memastikan dana nasabah tidak lari ke lembaga keuangan lain.
Asvianti mengakui bahwa meningkatkan transaksi merupakan tantangan terbesar bagi BTN saat ini. Pasalnya, model bisnis BTN telah bergeser dari sekadar 'jual putus' satu produk menjadi penyedia solusi finansial yang terintegrasi.
"Pada saat transaksi, yang menjadi tantangan kita tahun ini adalah target perluasan ekosistem. Bayangkan jika kita memiliki 2 juta nasabah, maka kita juga harus menyiapkan merchant dan layanan untuk mengakomodasi ratusan kebutuhan harian mereka, mulai dari makan, minum, belanja, hingga bayar tagihan air," ungkap Asvianti.
Untuk menjawab tantangan tersebut, BTN Kanwil Jawa Barat gencar memperbanyak jumlah merchant dan memperluas jaringan kerja sama. Menurut Asvianti, ekspansi ekosistem transaksi ini memiliki dua tujuan utama yang saling menguntungkan.
"Tujuan utamanya, tentu nomor satu adalah untuk keuntungan bank. Namun yang tidak kalah penting (nomor 1B), ini adalah untuk memenuhi kebutuhan nasabah. Kami ingin nasabah merasa cukup dan nyaman, sehingga bayar apapun cukup melalui BTN. Semua kebutuhan mereka terkoneksi dengan BTN dan uangnya tidak lari ke mana-mana," pungkasnya.