AYOJAKARTA.COM – Sudah memasuki bulan Oktober, bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) peralihan Pos Indonesia ke kartu KKS belum juga dicairkan.
Hal ini tentu membuat banyak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia penasaran.
Ini karena, PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia belum juga disalurkan sejak Juli 2024 lalu.
Lantas kapan kedua bantuan tersebut akan dicairkan kepada KPM?
Dikutip dari kanal YouTube Diary Bansos pada Rabu (2/10/2024), saat ini di SIKS-NG pendamping sosial melalui menu View DTKS untuk BPNT peralihan Pos Indonesia terupdate untuk dua bulan, Juli-Agustus.
Sementara, untuk bantuan PKH terupdate dicairkan untuk tiga bulan yaitu Juli-September 2024.
Untuk kedua bantuan tersebut terpantau saat ini sudah muncul periode salurnya dan pihak penyalur juga sudah tertera.
Pada pencairan periode ini pihak penyalurnya bukan lagi Pos Indonesia, melainkan bank penyalur mulai dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BSI khusus Provinsi Aceh.
Sudah ada sebagian kecil KPM peralihan Pos Indonesia yang sudah menerima buku tabungan dan kartu KKS baru.
Meski buku tabungan dan kartu KKS sudah dibagikan kepada KPM, tetapi bantuannya masih belum disalurkan.
Baca Juga: Memori HP Full? Ini Cara Ampuh Atasi Penyimpanan penuh di Handphone
Sampai saat ini, status PKH dan BPNT peralihan Pos Indonesia keterangannya masih proses pembukaan rekening kolektif atau burekol.
Bagi KPM yang sudah membuka rekening baru dan belum mendapatkan buku tabungan serta kartu KKS, diharapkan menunggu informasi dari bank penyalur.
Sebab, tidak bisa diprediksi kapan buku tabungan dan kartu KKS bisa dibagikan kepada para KPM.
Namun, jika proses pembukaan rekening sudah rampung maka buku tabungan dan kartu KKS sudah bisa dibagikan.
Jika merujuk pada awal pencairan menggunakan kartu KKS di tahun 2017, para KPM akan diundang untuk berkumpul di titik komunitas seperti kantor desa dan pihak bank penyalur akan datang.
Para KPM akan diberi undangan dan harus membawa fotokopi KTP, KK, KTP serta KK asli ke titik komunitas dan diberikan formulir pembukaan rekening.
Pada daerah yang sudah dibagikan, formulir yang diberikan bank untuk membuka rekening diberikan lebih dulu.
Ketika ada jadwal pembagian, KPM harus membawa fotokopi KTP, KK, KTP dan KK asli, serta formulir pembukaan rekening.
Pada saat di titik komunitas, para KPM akan dipanggil berdasarkan urutannya dan pihak bank akan mengecek administrasi kelengkapan yang sudah dibawa.
Jika sudah lengkap, bank akan memberikan buku tabungan dan kartu KKS baru lengkap dengan PIN-nya.
Ketika buku tabungan, kartu KKS, dan PIN sudah diterima, bantuan PKH dan BPNT tidak langsung dicairkan.
KPM harus menunggu proses pencairan mulai dari verifikasi cek rekening, SPM, SP2D, SI, hingga top up.
Oleh karena itu, membutuhkan proses yang tidak sebentar dan para KPM diharapkan tetap bersabar.***